UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Bupati Jembrana I Nengah Tamba beserta Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) kembali mengunjungi anak-anak stunting yang menjadi bagian dari program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah kabupaten untuk memastikan perkembangan anak-anak yang terdampak stunting.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Tamba menyempatkan waktu untuk meninjau langsung keadaan anak asuhnya yang tinggal di Banjar Pangkung Buluh dan Banjar Peh desa Kaliakah.
Sementara itu, Wakil Bupati Ipat juga melakukan kunjungan serupa ke anak asuhnya di Banjar Kepuh, desa Mendoyo Dauh Tukad.
Program BAAS yang telah dimulai sejak Desember tahun sebelumnya ini menyasar 147 anak stunting dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Jembrana. Dalam program yang direncanakan berlangsung selama enam bulan, Bupati Tamba menegaskan bahwa intervensi langsung dari pihak pemerintah telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak-anak yang mengalami stunting.
“Semenjak deklarasi program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting, kita terus berupaya untuk mengatasi masalah stunting di kalangan keluarga kurang mampu. Perkembangan anak-anak tersebut sangat positif,” ujar Bupati Tamba.
Selama dua bulan terakhir, tim dari pemerintah kabupaten telah turun ke lapangan sebanyak empat kali untuk memberikan bantuan berupa makanan dan susu kepada anak-anak stunting. Hal ini bertujuan untuk mencukupi kebutuhan gizi mereka dan meningkatkan tumbuh kembang secara keseluruhan.
Salah satu orang tua dari anak yang mengalami stunting, Ni Kadek Ariani, mengungkapkan bahwa sejak anaknya mendapat program BAAS, perkembangannya terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.
“Setiap bulan, perkembangannya terlihat jelas. Berat badannya naik sekitar 2 sampai 3 ons dan tinggi badannya juga terus bertambah sekitar 1 sampai 1,5 cm. Kami sangat bersyukur atas bantuan ini,” ungkap Ni Kadek Ariani.
Dia pun menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jembrana atas bantuan yang diberikan dan berharap agar anaknya bisa semakin sehat dan berkembang dengan baik di masa mendatang.
Program BAAS di Jembrana tidak hanya membawa harapan bagi anak-anak stunting dan keluarganya tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui upaya pencegahan dan penanganan stunting. (yud/ub)





