UPDATEBALI.com, Amlapura – Desa duda timur Karangasem kembali menerima kunjungan dari desa terkait aplikasi smart desa. Kunjungan kali ini datang dari Kepala Desa dan BPD serta staf desa se kecamatan Sebulu Kutai Kartanegara, Kalimantan timur Jumat 20/5/2022).
Mereka datang ke desa duda timur terkait keingin tahunan rentang aplikasi smart desa yang di kembangkan desa duda timur.
Ada 12 Desa dari kecamatan Sebulu yang ambil bagian dalam Bintek kali ini. Mereka diantar langsung camat Sebulu Edi Fahrudin. Mereka diterima Perbekel Duda Timur I Gede Pawana bersama staf dan juga dari PT Sebo Sony Kastara. Rombongan sebanyak 80 orang. Ini merupakan kunjungan yang pertama setelah Pandemi covid 19.
Sebelumnya sudah puluhan kali desa Duda Timur mendapatkan kunjungan dari desa terkait aplikasi ini.
Pada kesempatan itu Pawana selalu tuan rumah memperkenalkan kondisi desa duda timur. Pawana juga memperkenal obyek wisata di desa ini yakni air terjun Jaga Satru lengkap dengan patung Dewa Brahma terbesar di Bali
Pawana mengakui desanya mulai mengembangkan smart desa tahun 2017. Saat gagasan ini di gilirkan gunung agung sedang erupsi dan warga desa duda timur banyak yang ngungsi. Justru kondisi ini seakan-akan menjadi berkah dibalik musibah.
Dimana dalam kondisi sedang ngungsi justru membuat pemilik PT Sebo memberikan Aplikasi ini dengan bantuan CSR perusahaanya. Padahal perjanjian awal tidak demikian.
“Saat itu sedang erupsi kita tidak mampu bayar, namun kami malah dibantu,” ujarnya.
Sementara itu camat Sebulu mengakui kedatangan nya ke duda timur untuk balajar banyak dan ingin tahu lebih dalam tentang smart desa. Dirinya berharap aplikasi ini bisa di kembangkan di daerahnya. Untuk membantu pelayanan masyarakat yang lebih prima.
“Kami tertarik karena smart desa merupakan aplikasi inovatif yang bikin penasaran,” ujarnya.
Dia tahu desa duda timur banyak meraih penghargaan karena aplikasi ini terutama rektor muri.

Sementara itu Sony Kastara mengakui aplikasi ini membantu desa menjadi desa digital. Dirinya siap membantu jika desa desa di Sebulu berkeinginan mengembangkan aplikasi ini.
Aplikasi ini juga bisa mengajak membangun dari pinggiran atau dari desa.
Edi sendiri mengakui kalau aplikasi ini cocok di terapkan di kecamatan Sebulu. Usai kunjungan di desa rombongan menyempatkan diri mengunjungi obyek wisata air terjun jaga satru dan patung Brahma. Selanjutnya mereka kembali ke denpasar. (tra/ub)





