Disperindag Bali Akui Pengecer Masih Jual Minyak Goreng di Atas HET

0
144

UPDATEBALI.com, Denpasar – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali mengakui hingga saat ini di daerah setempat masih banyak pengecer yang menjual minyak goreng di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Sebenarnya dari sisi ketersediaan sudah cukup, permasalahannya jika pengecer tradisional yang memperoleh minyak goreng dalam rantai distribusi yang panjang,” kata Kepala Disperindag Provinsi Bali I Wayan Jarta di Denpasar, Sabtu(12/3/2022).

Dengan rantai distribusi yang panjang, lanjut dia, maka kemungkinan harga jual di tingkat konsumen menjadi melampaui harga eceran tertinggi.

Baca Juga:  Raih Piala Adicita Sewaka Pertiwi, pada Pelayanan Prima DPMPTSP dan Disdukcapil Badung

Selain itu, ada juga yang ingin mendapatkan margin tinggi sehingga walaupun sudah mendapat minyak goreng di bawah HET, mereka menjualnya tetap di atas HET.

“Itu beberapa contoh kasus yang kami temui. Namun, secara umum sudah sesuai ketentuan,” ucap Jarta.

Di sisi lain, terkait dengan kelangkaan minyak goreng kemasan yang masih terjadi, kata dia karena seringkali masyarakat ketika mendengar di satu toko ada minyak sesuai HET, lalu dikejar sedemikian rupa, meskipun belum tentu membutuhkan dengan volume tertentu.

Baca Juga:  Bupati Buleleng Tekankan Analisis Potensi Pasar Kepada Pelaku UKM

“Sehingga begitu dikejar dalam waktu yang bersamaan, seolah-olah minyak goreng menjadi habis. Padahal sesungguhnya di tempat yang lain masih ada,” ujarnya.

Jarta menambahkan, untuk memenuhi ketersediaan minyak goreng di Provinsi Bali, sebelumnya juga telah diperjuangkan didatangkan sebanyak 60 ton minyak goreng curah dari Provinsi Jawa Timur.

“Minyak goreng curah sudah tiba di Bali pada 7 dan 8 Maret lalu, serta sudah langsung didistribusikan ke agen dan pasar tradisional,” ujarnya.

Baca Juga:  Diikuti 164 Peserta, FKH Unud Berikan Pembekalan KKV ke-35

Di samping itu, juga ada tambahan dari PT Sari Agrotama Persada di Pelabuhan Benoa Denpasar sejumlah 18 ton yang merupakan stok lama dan sudah langsung didistribusikan.

Kemudian, kata Jarta, akan didatangkan lagi sebanyak 1.400 ton minyak goreng curah yang diperkirakan akan tiba di Bali sekitar tanggal 20 Maret mendatang.(ub)