spot_img
spot_img
BerandaBaliPemkot Denpasar Tekan Kawasan Kumuh Lewat Inovasi "Siap Selem" Berbasis Kearifan Lokal

Pemkot Denpasar Tekan Kawasan Kumuh Lewat Inovasi “Siap Selem” Berbasis Kearifan Lokal

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman melalui berbagai inovasi.

Salah satu terobosan terbaru yang diusung adalah Sistem Informasi Penataan Pelemahan Berbasis Semeton Lembaga Adat atau yang dikenal dengan nama “Siap Selem”. Program ini digagas oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Kota Denpasar dengan melibatkan peran aktif desa adat dan desa dinas.

Kepala Dinas Perkimta Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja, saat ditemui pada Jumat, 4 April 2025, menjelaskan bahwa Siap Selem merupakan inovasi pengendalian dan penataan kawasan kumuh berbasis teknologi informasi (IT) yang mengedepankan pendekatan kearifan lokal.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Terapkan WFH Setiap Jumat, Tekan Energi dan Efisiensi Anggaran Daerah

“Siap Selem melibatkan desa adat dan desa dinas sebagai sistem peringatan dini (early warning) terhadap indikasi munculnya kawasan kumuh di Kota Denpasar,” ujar Cipta Sudewa.

Ia menambahkan, selain bertujuan mengurangi kawasan kumuh yang sudah ada, inovasi ini juga fokus pada pencegahan terbentuknya kawasan kumuh baru. Tak hanya itu, program ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta memperkuat semangat gotong royong agar wajah Denpasar tetap asri dan tertata.

Baca Juga:  Wagub Cok Ace Sampaikan Perubahan Materi Raperda Provinsi Bali tentang Perubahan Kedua Atas Perda Nomor 5 Tahun 2010

Dalam pelaksanaannya, setiap desa/kelurahan dan desa adat memiliki admin Siap Selem yang bertugas memantau dan melaporkan potensi kawasan kumuh. Sementara itu, operator Dinas Perkimta Denpasar berperan sebagai super admin yang mengelola data dan menindaklanjuti laporan dari lapangan.

Sejak diluncurkan pada tahun 2023, program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Data Dinas Perkimta mencatat, luas kawasan kumuh di Denpasar yang semula mencapai 50 hektar kini telah berhasil ditekan menjadi 17,6 hektar. Kawasan tersebut tersebar di Karya Makmur, Ubung Kaja, dan sekitar 1 hektar di Pemecutan Kaja.

Baca Juga:  Kuatkan Kapasitas Hukum, 17 Pemimpin Daerah Denpasar Ikut Paralegal Justice Award 2025

“Saat ini, total kawasan kumuh yang tersisa hanya sekitar 18 hektar. Kami optimistis, dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, desa adat, desa dinas, serta masyarakat, kawasan kumuh di Jalan Karya Makmur dan Pemecutan Kaja dapat sepenuhnya dituntaskan pada akhir tahun 2025,” pungkasnya.

Melalui Siap Selem, Pemkot Denpasar menunjukkan bahwa sinergi antara teknologi informasi dan kearifan lokal dapat menjadi solusi efektif dalam menata lingkungan perkotaan yang lebih baik.(per/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments