Kinerja Penjualan Ritel Bali Mengalami Kontraksi pada Februari 2022

0
170

UPDATEBALI.com, Denpasar – Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia menunjukkan kinerja penjualan ritel Bali pada Februari 2022 mengalami penurunan tipis sebesar -0,3% (mtm) dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kasus positif COVID-19 varian Omicron dan berkurangnya aktivitas pariwisata pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur akhir tahun. Penurunan penjualan ritel bersumber dari kontraksi penjualan pada beberapa kelompok komoditas yang dipantau dengan penurunan terdalam dialami oleh kelompok barang Suku Cadang & Aksesori dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

Baca Juga:  Tas Kain Goni Berpadu Endek jadi Suvenir G20 di Bali

“Berkurangnya aktivitas ekonomi seiring dengan peningkatan penyebaran COVID-19 varian Omicron ditengarai menjadi penyebab penurunan penjualan Suku Cadang & Aksesori dan Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang masing-masing sebesar -3,1% (mtm) dan -2,3% (mtm). Namun, penjualan pada kelompok barang budaya dan rekreasi masih tumbuh sebesar 3,3% (mtm) serta Peralatan Informasi dan Komunikasi tumbuh sebesar 1,4% (mtm),� ujar Trisno Nugroho, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.

Baca Juga:  Sekaa Gong Wira Agra Kusuma Siap Guncang PKB XLVII, Bupati Badung Tinjau Gladi Bersih

Secara tahunan, pertumbuhan kinerja penjualan eceran Bali pada Februari 2022 masih terjaga positif sebesar 3,2%.

Pertumbuhan tahunan tersebut terutama bersumber dari meningkatnya penjualan untuk subkelompok Sandang. Kinerja penjualan eceran tahunan di Bali tersebut selaras dengan kondisi nasional yang juga terus meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) nasional yang tumbuh secara tahunan sebesar 14,5%(yan/ub)

Baca Juga:  Kanwil DJP Bali Berhasil Capai Penerimaan Pajak Rp6,63 Triliun hingga Mei 2024