Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Wagub Giri Prasta Siagakan 446 Personel Gabungan di Bali

0
11
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Wagub Giri Prasta Siagakan 446 Personel Gabungan di Bali
Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Wagub Giri Prasta Siagakan 446 Personel Gabungan di Bali. Sumber Foto : Humas Pemprov Bali / Updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring memasuki masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.

Sebanyak 446 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, dan tenaga kesehatan disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan bencana di wilayah Bali.

Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Gabungan Kesiapan Pasukan Antisipasi dan Kesiapsiagaan Pencegahan Bencana yang dipimpin Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta di Lapangan Iptu Soetardjo, Mako Brimob, Tohpati, Denpasar, Kamis, 5 November 2026.

Dalam amanatnya, Giri Prasta mengingatkan bahwa Bali saat ini menghadapi peningkatan potensi cuaca ekstrem akibat peralihan musim. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi terjadi di seluruh kabupaten/kota di Bali selama November.

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena sejumlah wilayah memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana banjir, tanah longsor, banjir rob, hingga abrasi. Perubahan cuaca yang dapat berlangsung cepat juga menuntut seluruh unsur terkait meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat.

Baca Juga:  Over Kapasitas, Rutan Negara Pindahkan WBP ke Lapas Singaraja

“Ke­jadian bencana di Bali akan berdampak luas terhadap keselamatan jiwa, perekonomian, serta citra Bali di mata dunia. Karena itu, kesiapsiagaan harus menjadi komitmen bersama,” tegas Giri Prasta.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan bencana menjadi hal penting bagi Bali yang mengandalkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian. Gangguan akibat bencana berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat, kegiatan ekonomi, serta kepercayaan wisatawan terhadap keamanan destinasi Bali.

Untuk mendukung langkah antisipasi, pemerintah menyiapkan 446 personel gabungan yang berasal dari Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Ditpolair, Polres Bandara, BPBD Bali, Basarnas Bali, serta unsur tenaga kesehatan.

Selain kekuatan personel, sebanyak 42 unit kendaraan dan berbagai sarana pendukung juga disiapkan untuk menunjang operasi penanganan bencana. Seluruh kekuatan tersebut diharapkan dapat dikerahkan sewaktu-waktu apabila terjadi bencana di wilayah Bali.

Giri Prasta menegaskan bahwa kesiapan penanganan bencana harus mencakup kondisi fisik dan mental personel, kemampuan teknis, serta kelayakan kendaraan dan peralatan operasional. Ia meminta seluruh unsur memastikan sarana pendukung berada dalam kondisi siap digunakan agar tidak terjadi hambatan saat penanganan darurat.

Baca Juga:  Ekosistem Kendaraan Listrik Makin Kondusif, SPKLU Skema Franchising Kini Hadir di Bali

Di samping kesiapan sumber daya, ia juga meminta penguatan koordinasi dan komunikasi lintas sektor. Sinergi antara TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Dinas Kesehatan, pemerintah kabupaten/kota, hingga desa adat perlu terus dibangun dengan mekanisme koordinasi dan komando yang jelas.

Menurutnya, pemantauan informasi serta sistem peringatan dini dari BMKG harus dioptimalkan, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi. Informasi yang akurat perlu segera disampaikan kepada masyarakat agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal.

“Utamakan keselamatan masyarakat dan keselamatan diri. Tingkatkan edukasi kepada masyarakat, berikan informasi yang akurat, serta laporkan setiap perkembangan secara berjenjang,” pesannya.

Lebih lanjut, Giri Prasta menyampaikan bahwa upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Perlindungan terhadap masyarakat dan kelestarian alam harus menjadi perhatian bersama melalui perencanaan yang matang, kesiapan sumber daya, serta kerja sama seluruh pemangku kepentingan.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Polda Bali, Kodam IX/Udayana, BPBD, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Bali.

Baca Juga:  Siap Dikirab, Bendera Merah Putih Sepanjang 87 Meter Dibuat Ibu-ibu di Jembrana

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Kehadiran kita di sini merupakan bukti bahwa kesiapsiagaan bencana adalah tugas bersama,” ujarnya.

Menutup amanatnya, Giri Prasta mengajak seluruh personel mengedepankan semangat menyama braya atau kebersamaan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Ia mengingatkan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi, dilaksanakan secara terpadu saat bencana, serta dilanjutkan dengan upaya pemulihan setelah bencana.

“Dengan semangat menyama braya, mari satukan tekad untuk siaga sebelum bencana, siap saat bencana, dan bangkit setelah bencana. Jadilah yang terdepan menjaga Bali dengan hati dan aksi nyata, demi Bali yang aman, nyaman, dan lestari,” tutupnya.

Usai pelaksanaan apel, Giri Prasta bersama Kapolda Bali Brigjen Pol Pasma Royce dan Kepala Pelaksana BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana meninjau kesiapan pasukan serta memeriksa kendaraan dan sarana prasarana pendukung.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel dan peralatan operasional siap mendukung upaya pencegahan, antisipasi, serta penanganan bencana hidrometeorologi di seluruh wilayah Bali. (yud/updatebali)