
UPDATEBALI.com, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng bergerak cepat merespons kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Bali Utara.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menginstruksikan jajaran dinas terkait untuk turun langsung ke lapangan guna memantau ketersediaan stok dan memastikan distribusi BBM berjalan lancar. Pemkab Buleleng berkomitmen menjaga agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
“Saya sudah instruksikan jajaran dinas terkait untuk mengawal langsung kondisi di lapangan dan berkoordinasi secara intensif dengan pihak Pertamina serta Depo Manggis,” tegasnya.
Selain mengawasi distribusi, Sutjidra juga mengambil langkah untuk menghemat penggunaan BBM di lingkungan pemerintahan melalui penerapan skema work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Buleleng secara terukur.
“Sejalan dengan arahan Gubernur Bali, skema WFH ini akan mengurangi mobilisasi jajaran ASN, sehingga sudah barang tentu konsumsi BBM di Buleleng bisa ditekan,” imbuh Sutjidra.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah SPBU sejak pertengahan Oktober. Pemantauan rutin dilakukan menyusul informasi kelangkaan BBM dan antrean yang terjadi di lapangan.
“Kami sudah terus berkoordinasi sejak awal. Bapak Bupati menginginkan tidak ada atau minim antrean BBM di Buleleng,” ujar Dewa Made Sudiarta.
Dewa Sudiarta menjelaskan, kendala utama di lapangan bukan terletak pada keterbatasan pasokan atau kekosongan stok nasional, melainkan hambatan logistik armada pengangkut BBM. Berdasarkan penjelasan Pertamina, stok BBM sebenarnya dalam kondisi aman. Namun, proses distribusi mengalami keterlambatan akibat kapal pengangkut yang belum bersandar sesuai jadwal di Depo Manggis.
“Dampak keterlambatan ini dirasakan di seluruh wilayah Bali, bukan hanya di Buleleng,” imbuh Sudiarta.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pertamina telah melakukan percepatan distribusi secara bertahap ke seluruh SPBU di Bali Utara. Pasokan BBM diharapkan kembali normal seiring kelancaran distribusi tersebut.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Pasalnya, pasokan BBM terus disalurkan secara berkala ke seluruh SPBU di Kabupaten Buleleng.(adv/updatebali)


