Rasniathi Adi Arnawa Luncurkan SIGAP EMAS, Perkuat Pendampingan Anak di Lapas Perempuan Kerobokan

0
274
Bunda PAUD Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat kegiatan Safari Kesehatan sekaligus peluncuran resmi program "SIGAP EMAS" di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Kamis (3/9).
Bunda PAUD Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat kegiatan Safari Kesehatan sekaligus peluncuran resmi program "SIGAP EMAS" di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Kamis (3/9). Sumber foto : Humas Badung/updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung melalui gerakan Badung Peduli terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Safari Kesehatan sekaligus peluncuran resmi program SIGAP EMAS, Kamis, 3 September 2026.

Kegiatan yang digelar di Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan tersebut dihadiri langsung Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa.

Selain memberikan layanan kesehatan gratis, agenda utama kegiatan ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai langkah awal pelaksanaan program inovatif tersebut.

SIGAP EMAS (Sinergi Pendampingan Tumbuh Kembang Anak Bawaan Warga Binaan pada Periode Emas) merupakan program yang dirancang secara khusus untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak yang lahir dan besar di lingkungan pemasyarakatan, terutama pada periode emas pertumbuhan mereka.

Baca Juga:  Kriyanusa 2026 Jadi Panggung Produk Badung, Kerajinan Lokal Raup Penjualan Belasan Juta

Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Andi Wijaya Rivai beserta jajaran.

Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Badung, serta perwakilan Disdikpora Badung.

Kegiatan tersebut juga disaksikan Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Ni Luh Putu Andiyani beserta jajaran, akademisi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, serta perwakilan Gerakan Badung Peduli.

Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menekankan pentingnya memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis dan hak anak-anak yang harus tinggal bersama ibunya di dalam Lapas.

Baca Juga:  Jajaran Pemkab Tabanan Entry Meeting Dengan BPK RI Perwakilan Bali

Ia juga menyoroti aturan batas usia maksimal tiga tahun bagi anak bawaan serta mendorong adanya mekanisme transisi yang humanis.

“Anak-anak ini tidak pernah memilih untuk berada di sini. Karena keadaan, mereka terpaksa tinggal hingga batas usia tiga tahun. Kita harus memikirkan psikologis anak ketika nanti harus berpisah dengan ibunya. Saya menyarankan agar secara berkala, misalnya saat akhir pekan, anak-anak dapat dikenalkan dengan lingkungan luar atau berkumpul bersama keluarga di rumah agar proses adaptasinya berjalan baik,” ujarnya.

Selain memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang anak, Nyonya Rasniathi turut mengapresiasi keberhasilan program pembinaan kemandirian di Lapas Perempuan Kerobokan.

Berbagai produk olahan pangan, seperti keripik tempe, hingga kerajinan tangan berupa tas hasil karya warga binaan dinilai memiliki mutu tinggi dan daya saing yang baik di pasar luas.

Baca Juga:  207 Relawan Bantu Asistensi Wajib Pajak dalam Melaporkan SPT Tahunan dan Pemadanan NIK-NPWP

Rasniathi juga menegaskan agar penandatanganan kerja sama program SIGAP EMAS tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi perlu dikawal melalui pemantauan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Langkah kecil ini akan membawa manfaat besar bagi warga binaan dan tumbuh kembang anak-anak mereka,” tegasnya.

Melalui sinergi SIGAP EMAS, Pemkab Badung bersama dinas terkait, Lapas Perempuan Kerobokan, dan akademisi Psikologi FK Unud berkomitmen untuk terus menghadirkan pemeriksaan kesehatan berkala, layanan Posyandu rutin, pendampingan psikologis anak, serta pelatihan keterampilan kerja agar warga binaan siap kembali berinteraksi secara positif di tengah masyarakat.(den/updatebali)