Tanah Lot Art and Food Festival VII Resmi Digelar, Pariwisata Tabanan Dipacu Tetap Berakar pada Budaya

0
86
Kawasan DTW Tanah Lot kembali menjadi pusat kegiatan seni, budaya, kuliner, dan pariwisata melalui Tanah Lot Art and Food Festival VII Tahun 2026.
Kawasan DTW Tanah Lot kembali menjadi pusat kegiatan seni, budaya, kuliner, dan pariwisata melalui Tanah Lot Art and Food Festival VII Tahun 2026. Sumber foto: Humas Tabanan/Updatebali

UPDATEBALI.com, TABANAN – Kawasan DTW Tanah Lot kembali menjadi pusat kegiatan seni, budaya, kuliner, dan pariwisata melalui Tanah Lot Art and Food Festival VII Tahun 2026.

Festival yang berlangsung di Wantilan DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Jumat 28 Agustus 2026, dibuka oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga yang hadir mewakili Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M.

Mengangkat tema “Samudra Sakti Raksanam Jagat Samyaya”, festival tahun ini membawa pesan tentang menjaga kekuatan samudra untuk menciptakan keharmonisan dan keseimbangan alam semesta. Tema tersebut sekaligus memperkuat pesan pelestarian lingkungan dan budaya yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan Tanah Lot sebagai destinasi wisata unggulan.

Sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat turut hadir dalam pembukaan. Di antaranya Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Ketua beserta anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan, Asisten Setda Kabupaten Tabanan, kepala perangkat daerah terkait, Manajer DTW Tanah Lot, Ketua Forum Perbekel dan Perbekel Desa Beraban, Bendesa Adat Beraban serta tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga:  Kunjungi Surabaya Great Expo, Bupati Tabanan dan Ketua Dekranasda Tabanan Dukung dan Optimis UMKM Tabanan Bangkit dan Maju

Tanah Lot Festival menjadi salah satu ruang promosi bagi berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Tabanan. Tidak hanya mengandalkan daya tarik alam Tanah Lot, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi seni, budaya, kreativitas masyarakat dan potensi ekonomi lokal untuk tampil di hadapan masyarakat maupun wisatawan.

Menyampaikan arahan Bupati Tabanan, Wabup Dirga mengapresiasi penyelenggaraan Tanah Lot Art and Food Festival VII Tahun 2026. Menurutnya, festival memiliki nilai lebih karena dapat menjadi sarana menjaga keberlangsungan seni dan tradisi lokal sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata.

“Festival seperti ini bukan hanya tentang hiburan, tetapi bagaimana kita bersama-sama menjaga seni, budaya dan tradisi yang kita miliki. Tanah Lot memiliki daya tarik yang luar biasa, sehingga keberadaan festival ini harus kita manfaatkan untuk memperkenalkan potensi Tabanan kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Dirga.

Baca Juga:  Dugaan Penyebaran Video Asusila di Banjar, Polisi Terhambat Barang Bukti

Menurut Dirga, pertumbuhan sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari keberadaan masyarakat lokal. Pengembangan destinasi harus mampu berjalan seimbang dengan upaya mempertahankan budaya serta memberikan kesempatan kepada pelaku ekonomi daerah untuk mendapatkan manfaat dari aktivitas wisata.

“Pariwisata harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika wisatawan datang, tentu yang kita harapkan bukan hanya menikmati keindahan alam dan budaya, tetapi juga ada pergerakan ekonomi masyarakat, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Ini yang harus terus kita dorong bersama,” imbuh Dirga.

Melalui festival tersebut, masyarakat juga mendapatkan ruang untuk menunjukkan karya dan kreativitas. Kehadiran berbagai unsur seni dan kuliner diharapkan mampu memperkaya pengalaman wisatawan ketika berkunjung ke kawasan Tanah Lot.

Selain menjadi agenda promosi pariwisata, festival tersebut diarahkan untuk memperkuat citra Tanah Lot sebagai salah satu ikon wisata Kabupaten Tabanan. Pengemasan kegiatan yang memadukan seni, budaya dan kuliner diharapkan mampu menciptakan daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Baca Juga:  Bupati Tabanan dan Wakil Bupati Tabanan Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2024

Wabup Dirga juga mengingatkan pentingnya menjaga kawasan Tanah Lot secara bersama-sama. Kebersihan, keamanan, kenyamanan hingga kesakralan kawasan menjadi hal yang tidak boleh terabaikan di tengah pengembangan pariwisata.

“Saya berharap Tanah Lot Festival ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang memberikan manfaat bagi semua. Mari kita jaga bersama kebersihan, keamanan, kenyamanan dan tentunya kesakralan kawasan Tanah Lot. Dengan kebersamaan, kita bisa menjadikan pariwisata Tabanan semakin maju tanpa meninggalkan akar budaya yang kita miliki,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Tabanan, lanjut Dirga, akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan yang mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata sekaligus mempertahankan karakter dan identitas budaya daerah.

Pelaksanaan Tanah Lot Art and Food Festival VII diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku seni, UMKM, ekonomi kreatif dan sektor pariwisata dalam memperkuat daya saing Tabanan.(den/updatebali)