Dari Gong Kebyar hingga Parade Budaya, Festival Semarak Jembrana Sukses Gaet Antusiasme Warga

0
131
Festival Semarak Jembrana 2026 tetap berlangsung meriah meski pemerintah daerah tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran dan kondisi fiskal yang cukup ketat.
Festival Semarak Jembrana 2026 tetap berlangsung meriah meski pemerintah daerah tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran dan kondisi fiskal yang cukup ketat. Sumber foto: Humas Jembrana/Updatebali

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Festival Semarak Jembrana 2026 tetap berlangsung meriah meski pemerintah daerah tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran dan kondisi fiskal yang cukup ketat.

Semangat ngayah dari berbagai pihak menjadi kekuatan utama dalam menjaga kemeriahan agenda budaya dan hiburan masyarakat di Bumi Mekepung.

Rangkaian kegiatan yang digelar untuk memperingati HUT Kota Negara, Hari Jadi Provinsi Bali, sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut berlangsung selama 10 hari. Berbagai kegiatan dipusatkan di tiga kawasan utama, yakni Area Parkir Pemkab Jembrana, Pura Jagatnatha, dan Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno.

Salah satu momentum yang paling menyita perhatian masyarakat adalah Parade Budaya Nusantara bertema Taman Sari Bhinneka Tunggal Ika. Parade ini digelar di sepanjang Jalan Ngurah Rai, Kota Negara, Minggu 23 Agustus 2026.

Baca Juga:  Walikota Denpasar Sambut Kunjungan Kepala Oditurat Militer III-13, Perkuat Sinergi Pembangunan Kota

Ribuan seniman lokal ikut ambil bagian dengan menghadirkan beragam atraksi seni. Jalanan Kota Negara pun berubah menjadi panggung budaya yang menggambarkan keberagaman suku, etnis, serta tradisi yang berkembang dan hidup berdampingan di Kabupaten Jembrana.

Selama pelaksanaan festival, Area Parkir Pemkab Jembrana menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Kawasan tersebut diisi dengan pameran kerajinan lokal, stan UMKM, produk ekonomi kreatif, hingga bursa kerja atau job fair.

Sementara itu, Pura Jagatnatha menjadi ruang utama untuk berbagai pertunjukan seni tradisional. Masyarakat dapat menyaksikan Gong Kebyar, Baleganjur, hingga Drama Gong.

Baca Juga:  Imigrasi di Bali Deportasi WNA Kanada Buat Keributan

Berbeda dengan dua lokasi tersebut, Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno menghadirkan pertunjukan yang lebih beragam dengan mempertemukan karya seni lintas generasi. Sejumlah sajian yang ditampilkan meliputi pertunjukan kontemporer, konser musik, Jegog, Joged Bumbung, dan Wayang Kulit.

Antusiasme masyarakat yang memenuhi sejumlah lokasi pertunjukan menjadi salah satu alasan Pemkab Jembrana tetap mempertahankan festival tersebut. Tidak sedikit warga dari berbagai pelosok desa yang datang ke Kota Negara untuk menikmati rangkaian hiburan dan pertunjukan seni.

“Kita ingin menghadirkan hiburan yang memang dibutuhkan masyarakat. Di tengah situasi sulit saat ini, kunci utamanya adalah gotong royong. Panitia semua ngayah, seniman juga ngayah, ditambah dukungan swasta, BUMN, BUMD, hingga komunitas,” tegas Bupati.

Baca Juga:  Pengurus Baru BPC HIPMI Jembrana Periode 2024-2027 Resmi Dilantik

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menambahkan, Parade Budaya Nusantara diharapkan tidak berhenti sebagai hiburan semata. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat dan seniman untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat rasa kebersamaan.

Melalui semangat gotong royong dan partisipasi berbagai elemen masyarakat, Festival Semarak Jembrana 2026 diharapkan mampu terus menjadi ruang bersama untuk merawat budaya, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkuat cita-cita mewujudkan Jembrana yang maju, harmoni, dan bermartabat.(yud/updatebali)