Gubernur Koster Ajak Mahasiswa FH Unud Aktif Berdiskusi dan Beri Gagasan untuk Kemajuan Bali

0
153
Gubernur Bali Wayan Koster meminta mahasiswa baru Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud) tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi terus memperdalam ilmu dan memperluas wawasan untuk menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat.
Gubernur Bali Wayan Koster meminta mahasiswa baru Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud) tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi terus memperdalam ilmu dan memperluas wawasan untuk menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat. Sumber foto: Humas Pemprov Bali/Updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster meminta mahasiswa baru Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud) tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi terus memperdalam ilmu dan memperluas wawasan untuk menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat.

Hal itu disampaikan Koster ketika menjadi narasumber dalam matrikulasi mahasiswa baru Pascasarjana FH Unud di Kertasabha Convention Hall, Kampus FH Unud Sanglah, Denpasar, Jumat 14 Agustus 2026.

Menurut Koster, pendidikan hingga jenjang magister dan doktoral menjadi modal penting bagi generasi muda untuk meningkatkan daya saing. Khusus di bidang hukum, kebutuhan terhadap tenaga yang memiliki kompetensi dan pemahaman keilmuan mendalam dinilai semakin besar.

“Di masa sekarang ini, sudah sepantasnya membekali diri dengan ilmu minimal sampai magister dan kalau bisa sampai doktoral lebih baik lagi. Dinamika dunia saat ini membutuhkan tingkat keilmuan yang tinggi sesuai dengan perkembangan, tuntutan serta persaingan yang ada,” ujar Koster.

Ia mengatakan, ilmu hukum memiliki cakupan pengabdian yang luas. Kompetensi tersebut dapat diterapkan dalam pemerintahan, lembaga negara, dunia akademik maupun berbagai profesi yang berkaitan dengan hukum.

Baca Juga:  Program Santri Harmoni Resmi Diluncurkan, Pemkab Jembrana Fasilitasi Keberangkatan 797 Santri

“Terlebih di bidang hukum yang membutuhkan orang-orang yang mumpuni. Baik untuk membangun instansi, sebagai praktisi, akademisi, pengacara maupun notaris,” katanya.

Di tengah kesibukannya mengikuti berbagai agenda pemerintahan dan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Koster tetap meluangkan waktu menghadiri kegiatan tersebut.

Ia mengatakan kehadirannya merupakan bentuk komitmen setelah sebelumnya berjanji kepada Dekan FH Unud. Pertemuan dengan mahasiswa juga menjadi kesempatan bagi Koster untuk kembali merasakan suasana akademik yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya.

“Saya merasa harus datang karena sudah janji dengan Pak Dekan dan saya merasa sangat senang bisa berada di antara para mahasiswa Pascasarjana FH Unud,” ujarnya.

Koster memiliki pengalaman cukup panjang sebagai dosen. Meski bidang akademiknya adalah matematika, ia mengaku tetap menikmati interaksi dengan mahasiswa.

“Berada di antara mahasiswa juga membuat saya mengingat kembali asal saya sebagai akademisi, sebagai dosen cukup lama, meskipun saya menekuni di bidang matematika,” kata Koster.

Ia bahkan berseloroh bahwa berada di tengah mahasiswa membuat suasana terasa lebih muda.

Baca Juga:  Bentuk Implementasi Kerja Sama dengan FH Unud, Balitbangkumham RI Gelar Sosialisasi dan Promosi Media Publikasi Ilmiah

“Jadi awet muda karena berada di tengah mahasiswa, generasi yang dinamis,” ujarnya.

Tidak hanya berbicara mengenai pendidikan formal, Koster juga mengingatkan mahasiswa agar aktif membangun ruang diskusi. Menurutnya, pertukaran gagasan diperlukan agar mahasiswa dapat ikut memberikan pemikiran bagi perkembangan Bali.

“Saya mengajak anak-anak muda ini untuk lebih banyak berdiskusi dan bertukar pikiran, terutama dalam rangka usaha-usaha untuk kemajuan Pulau Bali ke depannya,” katanya.

Koster juga memberikan ucapan selamat kepada mahasiswa baru yang memulai pendidikan Pascasarjana FH Unud.

“Selamat mengikuti proses pembelajaran,” ucapnya.

Dekan FH Unud Putu Arya Sumedayasa mengapresiasi kehadiran Gubernur Koster dalam kegiatan matrikulasi tersebut. Ia menilai kehadiran Koster memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa baru tahun ini.

“Saya bangga kehadiran Pak Gubernur di tengah kesibukannya. Senin sampai Minggu selalu bekerja keras agar Bali menjadi lebih maju,” ujar Arya.

Menurutnya, pengalaman Koster sebagai akademisi membuat komunikasi dengan mahasiswa berlangsung lebih cair.

“Beliau berasal dari akademisi dan ingin sekali menyapa mahasiswa. Beda suasana matrikulasi Pascasarjana kali ini,” katanya.

Baca Juga:  Fapet Unud Gelar Webinar Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2022

Arya menyebut matrikulasi tahun ini diikuti 199 mahasiswa baru. Sebanyak 31 orang merupakan mahasiswa program doktoral, 98 mahasiswa Magister Kenotariatan dan 70 mahasiswa Magister Hukum.

Para mahasiswa akan mendapatkan pendampingan akademik dari belasan guru besar dan puluhan doktor yang menjadi bagian dari sivitas akademika FH Unud.

Dari sisi mutu pendidikan, Arya menegaskan FH Unud terus menjaga standar dan daya saing institusi. Fakultas tersebut telah menyandang akreditasi Unggul serta memiliki jenjang pendidikan hukum lengkap dari sarjana hingga doktoral.

“Kualitas kita di Unud tidak kalah dengan universitas lain. Akreditasi kita Unggul,” ujarnya.

Matrikulasi juga diikuti Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Setiawan Budi Cahyono. Selain hadir dalam kapasitas sebagai pejabat publik, Setiawan tercatat sebagai salah satu mahasiswa baru Pascasarjana FH Unud.

Kehadiran pejabat pemerintahan, aparat penegak hukum, akademisi dan mahasiswa dalam satu forum menunjukkan adanya keterhubungan antara pendidikan hukum dengan kebutuhan praktik di lapangan, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan dan penegakan hukum.(yud/updatebali)