Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan Diresmikan, Bupati Sanjaya Apresiasi Gotong Royong 301 KK

0
285
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya meresmikan Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan sebagai wujud gotong royong dan kebersamaan krama Desa Adat Sanggulan.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya meresmikan Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan sebagai wujud gotong royong dan kebersamaan krama Desa Adat Sanggulan. Sumber foto : Humas Tabanan

UPDATEBALI.com, TABANAN – Semangat gotong royong krama Desa Adat Sanggulan, Kecamatan Kediri, mendapat apresiasi dari Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M.

Hal itu terlihat dalam pembangunan Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan yang sebagian besar pembiayaannya bersumber dari swadaya masyarakat.

Bupati Sanjaya hadir langsung dalam acara Pemelaspasan lan Penandatanganan Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan, Kamis, 13 Agustus 2026.

Kehadirannya sekaligus menandai peresmian bangunan tersebut yang ditandai dengan pembukaan tirai prasasti.

Acara tersebut turut dihadiri Jero Mangku Lanang Istri, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda Tabanan, sejumlah kepala perangkat daerah terkait, Camat Kediri, unsur Forkopimcam, Perbekel Desa Banjar Anyar, serta tokoh masyarakat dan krama adat setempat. Prosesi pemelaspasan dipuput oleh Jero Mangku Tri Khayangan Desa Adat Sanggulan.

Pembangunan Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan menjadi gambaran kuatnya kebersamaan masyarakat. Pendanaan pembangunan berasal dari Pendapatan Asli Desa Sanggulan, LPD Desa Adat Sanggulan, punia dari 301 KK krama, serta dukungan material dari Desa Dinas Banjar Anyar.

Baca Juga:  Sidang Ferdy Sambo dkk Mulai Digelar di PN Jaksel Hari ini

Bagi Bupati Sanjaya, keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa fasilitas bersama dapat diwujudkan melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Hari ini saya hadir menyaksikan dan meresmikan Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan. Pembangunan ini betul-betul swadaya, dibangun gotong royong, semua ikut terlibat,” ujar Bupati Sanjaya.

Menurut politisi asal Dauh Pala tersebut, pola pembangunan yang melibatkan masyarakat secara langsung patut diapresiasi dan dapat menjadi contoh bagi desa adat lainnya.

“Saya merasa berbangga sebagai Bupati Tabanan melihat semangat masyarakat membangun ini. Suatu langkah yang sangat luar biasa dan patut dijadikan panutan bagi desa-desa lain,” ungkapnya.

Baca Juga:  Marga Festival II Resmi Dibuka, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Tunjukkan Potensi Terbaik Daerah

Selain meresmikan bangunan, Bupati Sanjaya turut menjelaskan makna pemelaspasan yang menjadi bagian penting dalam pembangunan tempat atau bangunan dalam kehidupan masyarakat Hindu Bali.

Pemelaspasan dimaknai sebagai proses penyucian sekaligus penyelarasan bangunan, sehingga keberadaan Bale Sasana tidak hanya memiliki fungsi secara sekala, tetapi juga diharapkan menghadirkan keseimbangan secara niskala.

“Pemelaspasan ini untuk mengharmoniskan jagat alam, sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, membangun keselarasan antara krama, alam lingkungan dan budaya,” jelasnya.

Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan juga diharapkan dapat menjadi ruang bersama bagi masyarakat. Bangunan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan sekaligus ruang bagi krama dalam membahas dan mengambil berbagai keputusan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat adat.

Baca Juga:  Kambuh Lagi! Residivis Curat di Denpasar Dibekuk Polisi

Bupati Sanjaya berharap keberadaan Bale Sasana semakin memperkuat persatuan serta kebersamaan masyarakat Desa Adat Sanggulan. Menurutnya, kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan di tengah masyarakat adalah kemauan untuk bekerja bersama.

“Pembangunan bisa berhasil, kuncinya adalah gotong royong dan kebersamaan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia I Ketut Suranata menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembangunan Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan.

“Kami dari Desa Adat mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tabanan dan jajaran atas dukungan yang senantiasa diberikan, dan juga kepada seluruh krama yang sudah bersama-sama membangun secara keseluruhan,” ujarnya.

Dengan diresmikannya Bale Sasana Ki Bendesa Sanggulan, masyarakat Desa Adat Sanggulan kini memiliki ruang bersama yang diharapkan dapat memperkuat fungsi sosial, adat, serta kebersamaan krama dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat.(den/updatebali)