Momentum HUT ke-68 Bali, Bupati Adi Arnawa Soroti Peran Badung dalam Pembangunan Bali

0
265
Bupati Wayan Adi Arnawa menjadi Inspektur Upacara saat HUT Ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Jumat (14/8).
Bupati Wayan Adi Arnawa menjadi Inspektur Upacara saat HUT Ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Jumat (14/8). Sumber foto : Humas Badung/Updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar Upacara Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Mangupraja Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Jumat, 14 Agustus 2026.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bertindak sebagai inspektur upacara.

Upacara tersebut diikuti pimpinan dan anggota DPRD Badung, jajaran Forkopimda, Sekda Badung bersama pimpinan perangkat daerah, organisasi kewanitaan, TNI/Polri, serta ASN di lingkungan Pemkab Badung.

Peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali tahun ini mengusung tema “Suci Lascarya Nusa Wijaya” yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali. Tema tersebut membawa pesan agar setiap karya, pengabdian, dan pelayanan kepada masyarakat dilaksanakan dengan ketulusan serta menjunjung tinggi integritas.

Dalam pidato Gubernur Bali yang dibacakan Bupati Adi Arnawa, disampaikan bahwa periode 2025-2030 menjadi tahap awal pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.

Lima tahun pertama dalam rangkaian pembangunan tersebut dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi fondasi bagi keberlanjutan pembangunan, peradaban, serta kehidupan generasi Bali hingga 100 tahun ke depan.

Baca Juga:  Turnamen Porum Cup IV Digelar, Bupati Badung Tekankan Sportivitas dan Dampak Ekonomi

Pembangunan Bali dalam jangka panjang diarahkan melalui visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Visi tersebut menempatkan keseimbangan alam, manusia, dan kebudayaan Bali sebagai kekuatan utama pembangunan dengan berlandaskan nilai kearifan lokal Sad Kerthi.

Usai upacara, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Provinsi Bali tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pengingat untuk terus menjaga dan memuliakan alam, lingkungan, serta budaya Bali.

Menurutnya, kekuatan Bali tidak dapat dipisahkan dari kelestarian alam dan lingkungan serta kehidupan budaya masyarakatnya.

“Berangkat dari itulah, Gubernur Bali mengimbau kepada generasi muda, dalam pelaksanaan haluan pembangunan bali 100 tahun ke depan, memuliakan alam, menjaga kebudayaan harus tetap terjaga. Itu sebagai roh kita dan tidak boleh kita tinggalkan, walaupun kita menghadapi era modernisasi sekarang, tetap pondasi kita berbasis budaya,” tegasnya.

Bupati juga mengajak seluruh komponen masyarakat Badung untuk bersama-sama menjaga keajegan Bali. Menurutnya, prinsip Tri Hita Karana harus tetap menjadi landasan dalam menjalankan pembangunan dan pemerintahan.

Baca Juga:  Bupati Badung Hadiri Karya Atma Wedana lan Manusa Yadnya Desa Adat Padang Luwih

Tri Hita Karana mengajarkan pentingnya menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta alam lingkungan. Nilai tersebut dinilai relevan untuk menjadi pijakan dalam membangun tata kelola pemerintahan di Bali, termasuk Kabupaten Badung.

“Ini yang harus kita jaga selama membangun tata kelola pemerintahan di Bali dan Badung khususnya,” jelas Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Adi Arnawa juga menyinggung sinergi pembangunan antara Pemerintah Provinsi Bali dengan kabupaten/kota. Menurutnya, arah pembangunan Bali ke depan membutuhkan kolaborasi seluruh daerah agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat secara lebih luas.

Kabupaten Badung, kata dia, memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan pariwisata dan kebudayaan Bali. Salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan melalui penyisihan pajak hotel dan restoran sebesar 10 persen untuk enam kabupaten dan Pemerintah Provinsi Bali.

“Badung sangat care, badung ada di setiap pembangunan di bali. Kami menyadari kue pariwisata sebagian besar ada di Badung, 74 persen pertumbuhan ekonomi Bali ada di Badung. Sudah sangat sepatutnya kami berbagi dalam mendukung tata kelola Bali yang lebih maju, modern tanpa meninggalkan akar budaya,” pungkas Bupati Adi Arnawa.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Pimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan Desa se-Kabupaten Badung

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang Lomba LPM Berprestasi dan Evaluasi Perkembangan Desa serta Lomba Desa Tahun 2026.

Untuk kategori LPM Berprestasi, juara pertama diraih LPM Desa Ungasan. Posisi kedua ditempati LPM Kelurahan Kuta, sedangkan juara ketiga diraih LPM Kelurahan Kapal.

Sementara itu, Lomba Desa Tahun 2026 menempatkan Desa Gulingan sebagai juara pertama. Juara kedua diraih Desa Blahkiuh dan juara ketiga Desa Ungasan.

Adapun juara harapan pertama diraih Desa Dalung, sedangkan juara harapan kedua ditempati Desa Pelaga.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap desa dan lembaga pemberdayaan masyarakat yang dinilai mampu menunjukkan kinerja serta perkembangan dalam penyelenggaraan pembangunan di wilayah masing-masing.(den/updatebali)