Di Pura Dalem Sari Kapal, Bupati Adi Arnawa Bicara Masa Depan Pariwisata Badung

0
110
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pujawali piodalan majelihan di Pura Dalem Sari, Banjar Titih, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Rabu 12 Agustus 2026.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pujawali piodalan majelihan di Pura Dalem Sari, Banjar Titih, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Rabu 12 Agustus 2026. Sumber foto: Humas Badung

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Pelestarian budaya dan penguatan sumber daya manusia menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri pujawali piodalan majelihan di Pura Dalem Sari, Banjar Titih, Desa Adat Kapal, Kecamatan Mengwi, Rabu 12 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa hadir bersama Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Lurah Kapal I Nyoman Adi Setiawan, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana beserta prajuru desa, tokoh masyarakat Luh Putu Suryaniti, Kelian Pura Dalem Sari sekaligus Ketua Panitia I Ketut Sukrayan, serta para pengempon pura.

Kehadiran Bupati dalam kegiatan keagamaan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat adat. Adi Arnawa memberikan apresiasi kepada krama Banjar Titih dan Desa Kapal yang dinilai konsisten menjaga kebersamaan serta keberlangsungan adat, budaya dan tradisi keagamaan.

Baca Juga:  Hadapi Tantangan Global, OJK Menaikkan Kewaspadaan di Sektor Jasa Keuangan

Menurutnya, kemajuan Badung tidak dapat dilepaskan dari karakter pariwisata yang tumbuh dengan kekuatan budaya Bali. Karena itu, keberadaan adat dan budaya perlu tetap dijaga di tengah pesatnya perkembangan daerah.

“Pariwisata Badung berbasis budaya. Karena itu budaya harus terus dijaga dan dilestarikan agar tetap menjadi kekuatan utama daerah,” ujarnya.

Selain menyampaikan pentingnya pelestarian budaya, Bupati Adi Arnawa juga menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan yang diusulkan masyarakat Banjar Titih. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, baik melalui pembangunan fasilitas maupun program yang menyentuh sektor sosial dan pendidikan.

“Selain pembangunan fisik, tiyang juga sudah menjalankan program perlindungan sosial dan pendidikan untuk meringankan beban masyarakat kita di Badung,” ucapnya.

Baca Juga:  Meriahkan HUT Kota Denpasar ke-236, Dinas Pertanian Gelar Vaksinasi Rabies Gratis

Di bidang pendidikan, Pemkab Badung juga menyiapkan program kuliah gratis bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus mempersiapkan tenaga kerja yang mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha dan investasi.

Sementara dalam pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah memprioritaskan penguatan konektivitas kawasan pariwisata. Pemkab Badung juga tengah menjajaki kajian pembangunan jalur bawah tanah sebagai salah satu alternatif untuk mendukung kelancaran mobilitas dan meningkatkan daya saing kawasan wisata.

“Sekarang saya sedang menyiapkan fasilitas untuk 1.205 orang untuk penguatan SDM kita di Badung, karena ini menjadi prioritas penting untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di tengah meningkatnya investasi yang masuk ke Badung dan diperkirakan akan membuka ribuan lapangan pekerjaan dalam beberapa kurun waktu mendatang,” kata Adi Arnawa.

Baca Juga:  Dukung Program Air Pemerintah, PUPR Jalin Kerjasama dengan Kodam IX/Udayana

Di sisi lain, Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung dalam rangkaian pujawali di Pura Dalem Sari. Menurutnya, pura yang diempon oleh krama Banjar Titih tersebut tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi juga merepresentasikan kebersamaan dan bhakti masyarakat kepada Ida Bhatara.

Ia mengajak seluruh krama untuk mempertahankan semangat persatuan dan gotong royong dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. Upaya tersebut dinilai penting agar pembangunan desa adat tetap berjalan tanpa mengesampingkan warisan adat dan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.(den/ub)