Tutup Bina Posyandu X, Putri Koster Dorong Kader Bali Lebih Kreatif dan Inovatif

0
86
Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, saat menutup Bina Posyandu X Tahun 2026 di Aula UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman Kertalangu, Rabu 12 Agustus 2026.
Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, saat menutup Bina Posyandu X Tahun 2026 di Aula UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman Kertalangu, Rabu 12 Agustus 2026. Sumber foto: humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Penguatan kapasitas pengurus dan kader Posyandu terus didorong untuk menjawab kebutuhan pelayanan dasar masyarakat yang semakin luas.

Hal tersebut menjadi salah satu penekanan Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, saat menutup Bina Posyandu X Tahun 2026 di Aula UPTD Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kesiman Kertalangu, Rabu 12 Agustus 2026.

Kegiatan yang diikuti peserta dari Kabupaten Buleleng tersebut ditutup dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan peserta. Bina Posyandu X berlangsung selama tiga hari, 10-12 Agustus 2026, dengan melibatkan sebanyak 113 pengurus TP Posyandu mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan.

Baca Juga:  Putri Koster Serukan Cinta Kain Endek Bali dalam Fashion Show 'Timeless Beauty of Endek'

Dalam kesempatan tersebut, Putri Koster menyampaikan apresiasi atas selesainya pelaksanaan Bina Posyandu gelombang pertama yang menyasar jajaran Tim Pembina Posyandu kabupaten/kota. Menurutnya, pembinaan tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman mengenai arah baru penyelenggaraan Posyandu.

Transformasi Posyandu yang mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 kini menempatkan Posyandu dalam cakupan pelayanan yang lebih luas. Pelaksanaannya tidak hanya berkaitan dengan bidang kesehatan, tetapi juga mendukung enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

Perubahan cakupan tersebut, kata Putri Koster, perlu diikuti dengan perubahan cara pandang seluruh jajaran Posyandu, termasuk para kader yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Baca Juga:  Putri Koster Pimpin Gerakan Kulkul PKK, Ajak Warga Bali Gotong Royong dari Rumah

“Langkah pertama yang kita butuhkan adalah mengubah pola pikir tentang Posyandu. Sejalan dengan transformasi, Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi memiliki peran yang lebih luas dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar masyarakat,” ungkapnya.

Ia selanjutnya meminta pengurus TP Posyandu yang telah memperoleh pembinaan agar tidak berhenti pada peningkatan kapasitas pribadi. Pengetahuan yang didapat selama kegiatan diharapkan diteruskan kepada kader di wilayah masing-masing sehingga pemahaman mengenai transformasi Posyandu dapat diterapkan secara lebih luas.

Putri Koster juga mendorong para kader untuk memiliki respons cepat dalam membaca persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat. Kreativitas dan inovasi diperlukan agar Posyandu mampu menjalankan peran sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.

Baca Juga:  Transparansi Keuangan Daerah Berbasis Digital, Pemkab Tabanan Entry Meeting dengan BPK

Selain itu, kader diminta lebih aktif mengidentifikasi berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan. Temuan tersebut kemudian dapat dikoordinasikan bersama aparat desa sehingga penanganannya bisa dilakukan secara tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan penguatan kapasitas pengurus dan kader, Posyandu diharapkan mampu menjadi bagian dari sistem pelayanan dasar yang lebih responsif, sekaligus memperkuat koordinasi antara masyarakat, kader dan pemerintah di tingkat desa hingga kabupaten/kota.(yud/ub)