spot_img
BerandaBaliSekolah Jadi Ladang Harapan Baru, Pemkab Buleleng Perkuat Swasembada Pangan Masa Depan

Sekolah Jadi Ladang Harapan Baru, Pemkab Buleleng Perkuat Swasembada Pangan Masa Depan

UPDATEBALI.com, BULELENG – Upaya menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya sektor pertanian terus diperkuat di Kabupaten Buleleng.

Daerah ini kini menjadi salah satu percontohan dalam pelaksanaan Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah yang mengintegrasikan pendidikan, lingkungan, dan ketahanan pangan masyarakat.

Program tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan agenda penyerahan penghargaan Program Desa Pangan Berbasis Suplai dan Swasembada Pangan Berbasis Sekolah yang berlangsung di SD Negeri 3 Banjar Jawa, Singaraja, Jumat 7 Agustus 2026.

Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Sekretaris Daerah Buleleng Gede Suyasa, Perwakilan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Dewan Pembina YSPN, serta jajaran pengurus yayasan.

Baca Juga:  Senam Anak Indonesia Hebat Semarakkan Buleleng Festival 2025

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan YSPN serta Kemendagri dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Menurutnya, program berbasis sekolah menjadi langkah strategis untuk mengenalkan sektor pertanian kepada generasi penerus sejak usia dini.

Selain mendukung edukasi pangan di lingkungan pendidikan, Pemkab Buleleng juga terus mendorong pengembangan potensi komoditas lokal, termasuk budidaya anggur yang dikembangkan di wilayah Kecamatan Banjar dan kawasan sekitarnya.

“Meskipun kemampuan fiskal daerah tergolong terbatas, keterlibatan pihak yayasan dan pemerintah pusat melalui gagasan kreatif sangat membantu kami dalam menjaga ketahanan pangan dan menggerakkan potensi UMKM lokal,” ujar Bupati Sutjidra.

Sementara itu, Ketua Pembina YSPN, Dr. H. Sudrajat menilai persoalan pangan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sebuah bangsa. Menurutnya, tantangan regenerasi petani harus dijawab dengan menanamkan pemahaman pertanian kepada generasi muda melalui lingkungan sekolah.

Baca Juga:  Raihan ke Delapan, Opini WTP Buleleng Semakin Berkualitas

“Pangan adalah pilar pertahanan bangsa. Jika struktur pangan tidak terjamin, suatu bangsa bisa goyah. Melalui sekolah, kita mengajak generasi muda untuk mengenal pertanian, belajar menanam, dan memanfaatkan teknologi modern seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence) serta pemanfaatan bibit hibrida unggul,” jelas Sudrajat.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap keberhasilan demplot pertanian di Buleleng yang mampu mencatatkan produktivitas panen mencapai 10,7 ton per hektare.

Dewan Pembina YSPN Prof. Akmal Malik menambahkan, penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sekolah, kata dia, menjadi ruang yang efektif untuk membangun pemahaman mengenai pentingnya pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga:  Pramuka Jembrana Diminta Lahirkan Generasi Muda yang Inovatif 

“Kita harus menyiapkan anak-anak muda kita agar siap menjaga keberlanjutan pangan di masa depan. Kolaborasi non-pemerintah melalui lembaga yayasan seperti YSPN ini hadir untuk mengisi celah dan menyatukan semangat gotong royong demi NKRI,” tegas Akmal Malik.

Dalam kegiatan tersebut, penghargaan Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah juga diberikan kepada sejumlah sekolah, yakni SD Negeri 3 Banjar Jawa, SMP Negeri 1 Singaraja, dan SMK Negeri 3 Singaraja.

Dengan adanya program tersebut, Kabupaten Buleleng diharapkan mampu menjadi contoh dalam membangun kesadaran pangan melalui dunia pendidikan sekaligus mencetak generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap pertanian, lingkungan, dan kemandirian pangan.(adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments