spot_img
spot_img
BerandaBaliRibuan Cangkir Kopi Gratis Warnai Tumpek Krulut, Gubernur Koster Dorong UMKM Bali...

Ribuan Cangkir Kopi Gratis Warnai Tumpek Krulut, Gubernur Koster Dorong UMKM Bali Berbagi Kasih

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Suasana Hari Raya Tumpek Krulut di Bali tahun ini diwarnai aksi berbagi yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satu lokasi yang menjadi pusat perhatian adalah Kedai Kopi Jenar di Jalan Kaliasem, Denpasar, dipadati ratusan warga sejak Pagi pada Sabtu 1 Agustus 2026.

Mayoritas pengunjung yang datang merupakan kalangan anak muda. Mereka rela mengantre sejak pagi untuk menikmati kopi gratis yang disediakan atas prakarsa Gubernur Bali Wayan Koster dalam rangka memperingati Tumpek Krulut, yang dikenal sebagai Hari Kasih Sayang dalam tradisi Hindu Bali.

Baca Juga:  Bupati Harapkan Krematorium Yayasan Santha Yasa Dapat Memudahkan Seluruh Umat

Antrean terlihat mengular hingga belasan meter di depan kedai. Memasuki siang hari, jumlah pengunjung terus bertambah sehingga area kedai dipenuhi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan tersebut.

Gubernur Bali Wayan Koster tiba di lokasi sekitar pukul 13.29 Wita. Kehadirannya disambut antusias oleh warga. Selain menyapa masyarakat yang sedang mengantre, Koster juga menyalami pengunjung dan melayani permintaan swafoto.

Di sela kegiatan, Koster mengatakan peringatan Tumpek Krulut tidak hanya dimaknai sebagai tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama.

“Tahun ini ada sekitar 15 titik UMKM yang ikut berbagi. Jumlahnya bertambah dibanding sebelumnya,” kata Koster.

Baca Juga:  Garuda Indonesia Travel Fair 2025 Hadir di Bali, Tawarkan Tiket Domestik dan Internasional Harga Spesial

Ia menjelaskan, program berbagi kopi gratis tersebut awalnya hanya dilaksanakan di Kedai Kopi Jenar, kemudian diperluas dengan melibatkan Kedai Kopi Tan Panama.

Seiring tingginya antusiasme masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota di Bali turut mengusulkan agar kegiatan serupa dilaksanakan di wilayah masing-masing sehingga pelaksanaannya kini berlangsung serentak di seluruh Bali.

“Sebelumnya hanya di Jenar, lalu ditambah di Tan Panama. Setelah itu para bupati minta supaya daerahnya juga ikut. Akhirnya sekarang dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota,” ujarnya.

Menurut Koster, meningkatnya partisipasi masyarakat menjadi sinyal positif bagi pengembangan kegiatan serupa pada tahun-tahun mendatang. Ia membuka peluang untuk melibatkan lebih banyak pelaku UMKM agar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat semakin luas.

Baca Juga:  Ny. Mahendra Jaya Mencoba Seni Membatik Ditengah Gelaran Hari Batik Nasional 2023

Selain menjadi sarana memperkuat interaksi sosial, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan usaha lokal sekaligus memperkenalkan produk-produk UMKM Bali kepada masyarakat.

Koster pun mengajak masyarakat menjadikan perayaan Tumpek Krulut sebagai pengingat untuk terus menumbuhkan rasa syukur, mempererat kasih sayang, dan menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan leluhur melalui konsep Sad Kerthi sebagai landasan pembangunan Bali yang berkelanjutan.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments