UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri rangkaian Karya Melaspas, Mendem Pedagingan, Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung Menawa Ratna, dan Tawur Balik Sumpah di Pura Segara Bengiat, Desa Adat Peminge, Kecamatan Kuta Selatan, Rabu, 29 Juli 2026.
Kehadiran Bupati yang bertepatan dengan rahina Purnama Sasih Karo tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat, budaya, dan tradisi keagamaan di Kabupaten Badung.
Dalam kesempatan itu, Bupati Adi Arnawa mengikuti persembahyangan bersama krama pengempon pura serta menandatangani prasasti Pura Segara Bengiat sebagai simbol telah rampungnya pembangunan dan penyucian kawasan suci tersebut.
Pada sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi atas kebersamaan dan semangat ngayah masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan pelaksanaan karya suci.
“Kami sangat mengapresiasi semangat krama yang telah melaksanakan karya suci ini. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, memberikan kerahayuan bagi seluruh masyarakat, serta menjadi momentum untuk semakin memperkuat sradha dan bhakti kita kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Adi Arnawa.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus hadir mendukung pelaksanaan yadnya masyarakat. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya difokuskan pada sektor fisik, tetapi juga tetap memberikan perhatian terhadap pelestarian adat dan budaya yang menjadi identitas Bali.
Selain itu, Bupati memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah daerah, di antaranya pembangunan infrastruktur jalan untuk mengurangi kemacetan, penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber, serta program beasiswa penuh bagi pelajar SMA yang berasal dari keluarga dengan penghasilan di bawah Rp5 juta per bulan.
Sementara itu, Ketua Panitia Karya I Ketut Koder menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Badung sebagai upasaksi dalam pelaksanaan karya tersebut. Ia menjelaskan pembangunan Pura Segara Bengiat menghabiskan anggaran lebih dari Rp7 miliar.
“Pembangunan ini didukung oleh dana hibah dari Pemkab Badung sebesar Rp 1 miliar pada tahun 2024, serta urunan mandiri dari krama pengempon pura yang mencapai lebih dari Rp 6 miliar. Untuk puncak karya agung ini sendiri akan jatuh pada tanggal 26 September 2026 mendatang,” jelasnya.
Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Badung I Wayan Luwir Wiana, Camat Kuta Selatan Kadek Laksana, Bendesa Adat Peminge, serta tokoh masyarakat dan krama pengempon Pura Segara Bengiat.(den/ub)





