UPDATEBALI.com, DENPASAR – D’Youth Fest 6.0 mencatat capaian positif sepanjang penyelenggaraannya pada Juni hingga Juli 2026.
Festival yang menjadi ruang kreativitas generasi muda di Kota Denpasar ini berhasil menarik sekitar 42 ribu pengunjung pada puncak acara 11–12 Juli 2026, sekaligus membukukan nilai transaksi ekonomi sebesar Rp3,2 miliar atau meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp1,4 miliar.
Peningkatan jumlah pengunjung dan transaksi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang menggabungkan unsur hiburan, seni, budaya, dan ekonomi kreatif. Selain menjadi wadah berekspresi bagi anak muda, festival ini juga memberi ruang promosi bagi pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga seniman lokal untuk memperkenalkan produk dan karya mereka.
Pelaksanaan D’Youth Fest 6.0 berlangsung dalam beberapa rangkaian kegiatan. Agenda diawali dengan pementasan Operet This Week pada 12–15 Juni 2026, dilanjutkan kompetisi esports melalui Glory of Youth pada 1–5 Juli 2026. Selanjutnya digelar Area Kreator (Kreha) pada 10–12 Juli sebagai ruang promosi produk ekonomi kreatif, yang berlanjut dengan malam puncak festival pada 11–12 Juli menghadirkan penampilan musisi nasional maupun lokal. Seluruh rangkaian kemudian ditutup melalui Denpasar Tattoo Expo pada 24–25 Juli 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Luh Putu Riyastiti, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif AA Ngurah Mahendra Putra, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan tahun ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, komunitas kreatif, pelaku usaha, sponsor, dan masyarakat.
Menurutnya, tingginya jumlah pengunjung saat malam puncak juga dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya penampilan Ogoh-Ogoh Gajah karya Keduk Garage bersama ST. Yowana Saka Bhuwana yang berkolaborasi dengan komposer I Wayan Ari Wijaya selaku founder Palawara Music Company. Selain itu, pemindahan lokasi kegiatan dari Lapangan Lumintang ke Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung (Puputan) yang berada di pusat kota turut meningkatkan daya tarik festival. Ke depan, penyelenggara akan melakukan evaluasi sebagai bahan pengembangan kegiatan berikutnya.
“Peningkatan jumlah pengunjung hingga mencapai sekitar 42 ribu orang serta nilai transaksi yang menembus Rp3,2 miliar merupakan capaian yang bagus. Ini menunjukkan bahwa D’Youth Fest tidak hanya menjadi ruang berkumpul dan berekspresi bagi generasi muda, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Denpasar. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan ini mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Riyastiti.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Denpasar akan terus mengembangkan agenda kreatif yang berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan sektor pariwisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku industri kreatif, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem kreatif yang produktif.
“Melalui capaian tersebut, D’Youth Fest diharapkan terus berkembang menjadi agenda tahunan unggulan Kota Denpasar yang mampu mendorong lahirnya talenta-talenta muda, memperluas peluang usaha bagi pelaku ekonomi kreatif, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat posisi Denpasar sebagai kota yang kreatif, inovatif, dan berbudaya,” pungkasnya.(per/ub)





