UPDATEBALI.com, DENPASAR – Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kota Denpasar berlangsung meriah melalui gelaran Festival Anak Denpasar 2026 dengan mengangkat tema “Sastraning Rare Denpasar“.
Kegiatan yang digelar di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat 24 Juli 2026, menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas, menampilkan bakat, memperkuat kecintaan terhadap budaya, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ketua Komisi IV DPRD Kota Denpasar I Wayan Duaja, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Perwakilan Ketua Gatriwara Kota Denpasar Ny. Suparmi Wandhira, Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Suwandewi Eddy Mulya, jajaran pimpinan OPD, para guru, serta undangan lainnya.
Arya Wibawa menyampaikan bahwa momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat pentingnya peran seluruh pihak dalam memenuhi hak anak. Menurutnya, anak-anak harus mendapatkan lingkungan yang aman, nyaman, serta penuh kasih sayang agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Anak-anak adalah anugerah sekaligus harapan masa depan bangsa. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka memperoleh kasih sayang, perlindungan, pendidikan yang berkualitas, serta kesempatan mengembangkan potensi dan meraih cita-citanya,” ujarnya.
Arya Wibawa menjelaskan, perkembangan teknologi digital saat ini menghadirkan tantangan baru bagi anak-anak. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun karakter anak serta memberikan pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara positif.
Selain penguatan karakter, Pemerintah Kota Denpasar juga terus menjalankan berbagai program perlindungan anak. Sebagai Kota Layak Anak kategori Utama, Denpasar berkomitmen memperluas layanan perlindungan anak, memperkuat Sekolah Ramah Anak, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, mencegah stunting, menghadirkan ruang publik ramah anak, hingga meningkatkan literasi digital.
“Mari bersama menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Festival Anak Denpasar 2026, Putu Satya Andika, menjelaskan tema “Sastraning Rare Denpasar” memiliki makna sebagai cahaya pengetahuan dan kreativitas anak-anak Denpasar. Melalui kegiatan ini, anak-anak diarahkan menjadi generasi yang kreatif, mencintai budaya, peduli lingkungan, serta berani mengambil peran sebagai pelopor perubahan.
Beragam kegiatan telah dilaksanakan dalam rangkaian Festival Anak Denpasar 2026, mulai dari penanaman bibit bunga gemitir, Talkshow Nyampah Denpasar yang berhasil mengumpulkan sekitar dua ton food waste, aksi Beach Cleanup, hingga roadshow Forum Anak Daerah ke sejumlah sekolah.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, digelar enam perlombaan yang melibatkan anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan, yakni Lomba Mewarnai TK, Pemanfaatan Barang Purna Pakai, Gending Rare, Nyurat Aksara Bali, Mesatua Bali, dan Cerdas Cermat SMP.
“Festival ini kami rancang bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi gerakan bersama yang memberikan pengalaman belajar, aksi nyata, serta ruang partisipasi bagi anak-anak. Kami ingin anak-anak Denpasar tumbuh menjadi generasi yang kreatif, mencintai budaya, peduli lingkungan, dan berani menjadi pelopor perubahan sejak hari ini,” ujarnya.
Pada puncak peringatan HAN Kota Denpasar tersebut juga dilaksanakan penyerahan Piagam Sekolah Ramah Anak, penghargaan bagi para pemenang lomba, serta berbagai pertunjukan seni dan kreativitas, mulai dari penampilan juara lomba, Band Disabilitas Berkebutuhan Khusus UPTD PLD, drama, Band APSAI, hingga hiburan dari guest star.
Melalui Festival Anak Denpasar 2026, Pemerintah Kota Denpasar berharap anak-anak tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga mampu menjadi generasi yang aktif, kreatif, berbudaya, dan berkontribusi bagi masa depan kota.(per/ub)





