UPDATEBALI.com, DENPASAR – Upaya pemulihan pasca banjir di Kota Denpasar terus digencarkan. Rabu, 17 September 2025, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa kembali turun langsung memimpin aksi gotong royong bersama masyarakat.
Fokus kegiatan kali ini berada di tiga titik terdampak, yakni Gang Tirta Belong Desa Pemecutan Kaja, kawasan Jalan Kertapura Teuku Umar Barat, serta kawasan Pura Demak.
Sejak pagi, ratusan personel gabungan yang terdiri dari pemerintah, TNI, Polri, perangkat desa, relawan, hingga masyarakat bahu-membahu membersihkan lumpur dan mengangkut sampah.
Hadir pula Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. I Putu Tangkas Wiratawan, pimpinan dan anggota DPRD Denpasar, Sekda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana, serta jajaran pimpinan OPD terkait.
Hasil gotong royong menunjukkan progres signifikan. Di Gang Tirta Belong, tumpukan sampah di aliran sungai berhasil diangkut, sementara pohon tumbang yang menghalangi arus air sudah dipotong.
Adapun di kawasan Jalan Imam Bonjol, meliputi Kertapura dan Pura Demak, tim Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar berhasil mengangkut sisa sampah banjir.
“Terus berlanjut kegiatan gotong royong bersama yang didukung TNI, Polri, hingga masyarakat untuk mempercepat pemulihan kawasan pasca musibah banjir beberapa waktu lalu,” ujar Arya Wibawa di sela kegiatan.
Lebih lanjut, Arya Wibawa menegaskan bahwa penanganan pasca bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan melalui kerja kolektif.
Meski status bencana telah bergeser dari Tanggap Darurat ke Transisi Darurat menuju Pemulihan selama tiga bulan, dampak banjir masih dirasakan warga.
“Bencana ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga kemanusiaan, sosial, kesehatan, dan infrastruktur. Karena itu, pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan,” tegasnya.
Tak hanya di tiga titik utama, aksi gotong royong juga berlangsung serentak di berbagai wilayah Denpasar.
Di Denpasar Utara, pembersihan dipusatkan di Belong Gede dan Gang Tirta Belong dengan bantuan truk sampah, alat berat, dan chainsaw. Di Denpasar Timur, kegiatan dilakukan di wilayah Penatih dengan melibatkan TNI, Brimob, Polsek, serta OPD terkait. Sedangkan di Denpasar Barat, pembersihan dilakukan di Pasar Pemeregan, kawasan Imam Bonjol, dan Padangsambian Kaja.
Pak Dedi, salah seorang warga di kawasan Kertapura, mengaku lega melihat pemerintah turun langsung bersinergi bersama masyarakat.
“Kalau cepat dibersihkan, kami bisa kembali beraktivitas normal. Mudah-mudahan ekonomi kami bisa pulih setelah bencana ini,” ujarnya penuh harap.(per/ub)





