AI dan Masa Depan Geowisata Dibahas di ITB, Gubernur Koster Dorong Teknologi Berbasis Kearifan Lokal

0
122
Gubernur Bali Wayan Koster menjadi keynote speaker Konferensi Internasional ITB 2026 dan menekankan transformasi digital harus tetap berpijak pada budaya serta kearifan lokal untuk pembangunan berkelanjutan.
Gubernur Bali Wayan Koster menjadi keynote speaker Konferensi Internasional ITB 2026 dan menekankan transformasi digital harus tetap berpijak pada budaya serta kearifan lokal untuk pembangunan berkelanjutan. Sumber foto : Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, BANDUNG – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan transformasi digital harus diarahkan untuk memperkuat identitas budaya dan menjaga kelestarian lingkungan.

Menurutnya, perkembangan teknologi tidak boleh membuat masyarakat kehilangan akar budaya, melainkan menjadi sarana untuk menjaga serta memperkenalkan nilai-nilai lokal ke tingkat dunia.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menjadi keynote speaker dalam 5th International Conference on Digital Humanities 2026 yang digelar Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu, 18 Juli 2026.

Konferensi internasional tersebut mengangkat tema “AI, Digital Ethics, and the Future of Geotourism” yang membahas perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), etika digital, serta masa depan geowisata di tengah kemajuan teknologi.

Baca Juga:  Pelantikan 823 PPPK Formasi 2023, Pj Bupati Buleleng Tekankan Etika Birokrasi

Forum tersebut menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan dari berbagai negara.

Kehadiran Gubernur Bali sebagai pembicara utama menjadi bagian dari pengakuan terhadap arah pembangunan Bali yang menggabungkan inovasi teknologi dengan pelestarian budaya melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana Bali Era Baru.

Dalam paparannya, Koster menyampaikan bahwa teknologi digital harus ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat kebudayaan sebagai fondasi pembangunan daerah. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk mendokumentasikan, melestarikan, serta mempromosikan warisan budaya Bali kepada masyarakat global.

Baca Juga:  ASN Guna Desa, Jembatan Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Desa Dalam Program Berkantor di Desa

“Kemajuan teknologi dan transformasi digital tidak boleh menerkam kearifan lokal, tetapi harus mampu menguatkan identitas budaya dan kearifan lokal itu sendiri,” tegas Koster di hadapan peserta konferensi internasional.

Gubernur Koster juga memaparkan berbagai langkah Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun ekosistem digital yang tetap berlandaskan nilai budaya, menjaga alam, serta mendukung pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Konferensi PWI Bali, Wagub Giri Prasta Tegaskan Pentingnya Etika Pers dan Pelestarian Adat

Menurutnya, keseimbangan antara teknologi, budaya, dan lingkungan menjadi kunci agar transformasi digital tidak hanya menghasilkan kemajuan ekonomi, tetapi juga memperkuat karakter daerah dan keberlanjutan pembangunan.

Melalui pendekatan tersebut, Bali diharapkan dapat menjadi contoh daerah yang mampu mengharmoniskan inovasi teknologi dengan perlindungan warisan budaya serta kelestarian lingkungan.

Keikutsertaan Gubernur Koster dalam forum internasional ini sekaligus memperkuat peran Bali dalam percaturan global terkait pemanfaatan teknologi digital, etika kecerdasan buatan, dan pengembangan geowisata berkelanjutan.(yud/ub)