spot_img
spot_img
BerandaBaliBupati Adi Arnawa Buka SPB Fest #4, Sebanyak 1.200 Layang-Layang Siap Hiasi...

Bupati Adi Arnawa Buka SPB Fest #4, Sebanyak 1.200 Layang-Layang Siap Hiasi Langit Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti secara resmi membuka Festival Layang-Layang Tahunan Sekaa Pelayang Badung (SPB) Fest #4 di Pantai Mertasari, Denpasar, Sabtu, 4 Juli 2026.

Festival ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata berbasis kearifan lokal Bali.

Mengangkat tema “Bayu Cita Loka”, SPB Fest #4 menggambarkan perjalanan Sekaa Pelayang Badung sejak festival pertama hingga memasuki penyelenggaraan tahun keempat. Tema tersebut memadukan filosofi angin sebagai sumber energi, harapan yang diterbangkan melalui semangat positif, serta kolaborasi yang dilandasi ketulusan.

Konsep itu diwujudkan melalui perpaduan seni layang-layang, seni rupa, dan seni musik yang melibatkan berbagai elemen kreatif masyarakat Badung.

Hadir dalam pembukaan festival tersebut Pembina Sekaa Pelayang Badung sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Badung I Made Yudana, perwakilan Dinas Pariwisata Badung, Ketua Pelangi Denpasar, perwakilan Desa Adat Intaran, Ketua Tim Ekonomi Kreatif Kabupaten Badung, serta para peserta dan komunitas layang-layang.

Baca Juga:  Gedung Baru Polrestabes Diresmikan, Bupati Badung Tegaskan Sinergi untuk Pelayanan Prima

Dalam sambutannya, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi atas konsistensi Sekaa Pelayang Badung yang terus menjaga tradisi melalui penyelenggaraan festival setiap tahun.

“Kegiatan ini telah rutin diselenggarakan. Atas nama Pemerintah Kabupaten Badung, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sekaa Pelayang Badung yang tetap konsisten melaksanakan lomba layang-layang sebagai bagian dari pelestarian budaya,” ujarnya.

Menurutnya, festival layang-layang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memiliki misi menjaga warisan budaya Bali agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Tujuan kita bukan semata-mata menjadi juara, tetapi bagaimana budaya ini terus lestari. Selain memiliki nilai filosofi yang tinggi, layang-layang juga menjadi salah satu daya tarik pariwisata Kabupaten Badung dan Bali secara umum,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri HUT ST Yowana Giri Santhi dan ST Astiti Yoga Sentana Desa Adat Kampial

Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen mendukung pelestarian budaya layang-layang yang memiliki nilai filosofis dan spiritual dalam kehidupan masyarakat Bali.

“Layang-layang merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga. Generasi muda Bali, khususnya di Kabupaten Badung, jangan sampai melupakan peninggalan para leluhur. Budaya, adat, dan seni merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” ungkap legislator asal Kuta tersebut.

Ia juga mengenang pengalamannya sebagai pelayang saat muda serta menilai perkembangan seni layang-layang Bali saat ini merupakan hasil kerja keras para pelestari budaya selama bertahun-tahun. Sebagai pembina Sekaa Pelayang Badung, Anom Gumanti memastikan dukungan pemerintah daerah akan terus diberikan agar tradisi tersebut tetap berkembang dan diminati generasi muda.

Sementara itu, Ketua Sekaa Pelayang Badung sekaligus Ketua Panitia, I Gusti Agung Andra, mengatakan komunitas yang berdiri pada 2023 itu menjadi wadah bagi para pemuda dari Badung Utara hingga Badung Selatan untuk bersama-sama melestarikan seni layang-layang Bali.

Baca Juga:  Wabup Wayan Diar Kukuhkan Relawan Donor Darah di Desa Tamanbali

“Melalui Sekaa Pelayang Badung, kami berharap generasi muda Bali terus memiliki kepedulian dan semangat menjaga tradisi layang-layang sebagai bagian dari warisan budaya Bali,” katanya.

Antusiasme masyarakat terhadap SPB Fest #4 pun sangat tinggi. Sejak pendaftaran dibuka pada 22 Juni, jumlah peserta terus bertambah. Selama dua hari pelaksanaan festival, sekitar 1.200 layang-layang dijadwalkan menghiasi langit Pantai Mertasari.

Panitia berharap festival ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang kolaborasi bagi komunitas, seniman, pelaku ekonomi kreatif, dan pemerintah dalam memperkuat identitas budaya Bali sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments