spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungBunda PAUD Badung Buka Workshop Guru, Dorong Penguatan Kurikulum Bernuansa Hindu

Bunda PAUD Badung Buka Workshop Guru, Dorong Penguatan Kurikulum Bernuansa Hindu

UPDATEBALI.comMANGUPURABunda PAUD Kabupaten Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa secara resmi membuka Workshop Peningkatan SDM Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD Bernuansa Hindu Kabupaten Badung Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Penguatan Guru dan Tenaga Kependidikan dalam Penelaahan Kurikulum TK Bernuansa Hindu se-Kabupaten Badung.

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Madya Gosana, Kantor DPRD Kabupaten Badung, Minggu, 5 Juli 2026.

Pembukaan workshop yang diselenggarakan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPANDU) ditandai dengan pemukulan gong oleh Bunda PAUD Badung.

Kegiatan tersebut dihadiri Gatriwara Kabupaten Badung, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung, Kabid PAUD dan PNF beserta jajaran, para koordinator wilayah, pengawas TK se-Kabupaten Badung, narasumber, kepala TK, serta guru dan tenaga kependidikan PAUD.

Dalam sambutannya, Ny. Rasniathi Adi Arnawa mengapresiasi pelaksanaan workshop yang dinilai selaras dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini sekaligus memperkuat pelestarian seni, adat, budaya Bali, dan nilai-nilai Hindu.

Baca Juga:  Sekda Badung Terima Audiensi Pengurus Pendidik TK Se-Kabupaten Badung

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda rutin sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki pemahaman terhadap budaya serta ajaran Hindu sejak usia dini.

Rasniathi juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru PAUD, termasuk kemampuan dalam bidang seni tari dan tabuh agar dapat dikenalkan kepada anak-anak sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis budaya lokal.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pendidikan anak usia dini tidak boleh berorientasi pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) semata.

Menurutnya, masa PAUD merupakan fase untuk mengenalkan lingkungan belajar, membangun kemampuan bersosialisasi, serta membentuk karakter anak melalui proses belajar yang menyenangkan.

“Kepada para guru, ajarlah anak-anak dengan penuh rasa senang, tanpa tekanan maupun paksaan. Menjadi guru PAUD membutuhkan kesabaran agar anak-anak merasa nyaman dalam belajar. Jika anak mengalami tekanan, hal itu dapat berdampak pada perkembangan mental dan membuat mereka tidak menikmati proses pembelajaran,” ujarnya.

Baca Juga:  Lomba Ogoh-ogoh PAUD Abiansemal: Kenalkan Budaya Bali Sejak Usia Dini

Sementara itu, Ketua Panitia Ida Ayu Putu Dewi Utami mengatakan workshop ini diselenggarakan sebagai bagian dari penelaahan Kurikulum TK Bernuansa Hindu agar selaras dengan budaya Bali dan nilai-nilai Dharma Hindu.

Ia mengutip sloka, “Guru Brahma Guru Vishnu, Guru Devo Maheshwara, Guru Sakshat Param Brahma, Tasmai Shri Gurave Namah,” yang mengandung makna bahwa guru merupakan sosok yang membimbing, memelihara, sekaligus mencerdaskan kehidupan generasi penerus.

Workshop yang berlangsung selama tiga hari itu bertujuan menyamakan persepsi mengenai penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana, Tat Twam Asi, dan Catur Guru ke dalam Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), serta Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) di jenjang PAUD.

Baca Juga:  Ribuan Kendaraan Pemudik Antre di Pelabuhan Gilimanuk

“Dalam Dharma Hindu, Guru adalah Sakshat Param Brahma. Tugas kita sangat mulia, yaitu membentuk, membimbing, memelihara, dan mencerdaskan anak-anak Badung. Mari kita jalani workshop ini dengan kesadaran bahwa kita sedang melaksanakan ngayah suci,” ujarnya.

Selain menyusun contoh RPP dan modul ajar yang aplikatif, workshop juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas guru PAUD dalam mengimplementasikan nilai-nilai Catur Guru, yakni Guru Rupaka, Guru Pengajian, Guru Wisesa, dan Guru Swadyaya.

Ketua panitia menambahkan, kegiatan ini terlaksana berkat dukungan 21 lembaga PAUD Bernuansa Hindu di Kabupaten Badung.

Seluruh peserta diharapkan dapat menerapkan hasil workshop di lembaga masing-masing dengan semangat paras paros sarpanaya demi mencetak generasi Badung yang cerdas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Hindu.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments