spot_img
spot_img
BerandaNasionalPemkot Denpasar Hadiri Bhakti Penganyar di Semeru Agung, Rangkaian Yadnya Perkuat Kebersamaan...

Pemkot Denpasar Hadiri Bhakti Penganyar di Semeru Agung, Rangkaian Yadnya Perkuat Kebersamaan Umat

UPDATEBALI.com, LUMAJANG – Jajaran Pemerintah Kota Denpasar melaksanakan Bhakti Penganyar serangkaian Piodalan Satunggil Warsa di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Kabupaten Lumajang, Minggu, 5 Juli 2026, bertepatan dengan Rahina Redite Pon Wuku Medangsia.

Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti langsung Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota I Kadek Agus Arya Wibawa serta Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya.

Turut hadir pula Pangrajeg Karya yang juga Panglingsir Puri Ubud Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Anggota DPRD Kota Denpasar I Made Mudra, Ketua PHDI Kota Denpasar I Made Arka, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta Ketua DWP Kota Denpasar Ny. Swandewi Eddy Mulya, bersama pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar.

Baca Juga:  Wabup Suiasa Sampaikan 4 Ranperda dalam Rapat Paripurna DPRD Badung 

Rangkaian Bhakti Penganyar diawali dengan penampilan Tari Rejang Renteng oleh WHDI dan DWP Kota Denpasar, dilanjutkan Tari Rejang Taksu Bhuwana oleh PHDI Kota Denpasar.

Selanjutnya Tari Baris Gede dibawakan Forum Perbekel dan Lurah Kota Denpasar, serta Topeng Wali oleh Paguyuban Seniman Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara juga ikut menarikan Topeng Keras.

Prosesi dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dipuput Ida Pedanda Gede Dwija Padang Rata dari Griya Kutri, Gianyar, diiringi kidung dan gamelan yang menambah kekhidmatan rangkaian upacara.

Baca Juga:  Tinjau Finalis Kasanga Fest, Wawali Arya Wibawa Pastikan Karya Ogoh-Ogoh Siap Tampil Maksimal

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan bahwa Piodalan Satunggil Warsa di Pura Mandhara Giri Semeru Agung menjadi momentum penting untuk memperkuat sradha bhakti sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan yadnya ini juga menjadi implementasi nyata nilai Tri Hita Karana dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan pelaksanaan pujawali ini mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai implementasi Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Manggala Karya Cokorda Gede Indrayana menjelaskan bahwa Piodalan merupakan upacara tahunan yang digelar pengempon pura bersama masyarakat. Ia menyebut Pura Mandhara Giri Semeru Agung menjadi ruang pertemuan spiritual umat Hindu Bali dan Hindu Jawa yang terus terjaga.

Baca Juga:  Bupati Sutjidra Targetkan Peringkat Tiga Besar Porprov 2027, Minta Pengurus KONI Buleleng Baru Pacu Prestasi

Pada pelaksanaan tahun 2026 ini, rangkaian Piodalan berlangsung selama 11 hari, mulai Purnama Kasa pada 29 Juni hingga 10 Juli mendatang. Selama periode tersebut, umat Hindu dari berbagai daerah, terutama Bali, datang silih berganti untuk melaksanakan persembahyangan.

Ia juga menambahkan bahwa Bhakti Penganyar kali ini turut diikuti oleh sejumlah daerah, termasuk Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, yang bersama-sama memperkuat nilai kebersamaan dalam kegiatan keagamaan tersebut.(per/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments