spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungAngkat Tradisi Tipat Bantal, Duta Badung Suguhkan Pertunjukan Kolosal Sanggama Rohani di...

Angkat Tradisi Tipat Bantal, Duta Badung Suguhkan Pertunjukan Kolosal Sanggama Rohani di PKB 2026

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Duta Kabupaten Badung menghadirkan pertunjukan kolosal bertajuk “Sanggama Rohani” pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Provinsi Bali, Jumat 3 Juli 2026 malam.

Penampilan yang dibawakan Sanggar Seni Tugek Carangsari dari Banjar Pemijian, Desa Carangsari, Kecamatan Petang itu berhasil memukau ribuan penonton melalui perpaduan seni pertunjukan dan nilai-nilai spiritual Bali.

Garapan tersebut mengangkat perjalanan Patih Kebo Iwa ketika mendapat tugas dari Raja Bumi Banten untuk memperbaiki Pura Sada di Desa Kapal. Dalam perjalanan bersama empat pengabih, Kebo Iwa mendapati masyarakat Desa Kapal sedang mengalami wabah penyakit.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Hadiri Gladi Bersih Gong Kebyar Wanita untuk PKB XLVI Tahun 2024

Cerita kemudian berlanjut saat Kebo Iwa melakukan semadi di Pura Sada hingga memperoleh pawisik atau petunjuk spiritual. Atas petunjuk tersebut, masyarakat melaksanakan ritual penyucian roh yang kemudian berkembang menjadi Tradisi Tipat Bantal, sebuah tradisi yang masih dilestarikan setiap Sasih Purnama Kapat sebagai simbol penyucian sekaligus keharmonisan hidup.

Melalui perpaduan tari, dramatari, tabuh, serta tata artistik yang megah, pertunjukan ini menghadirkan suasana sakral sekaligus atraktif di atas panggung. Selain menjadi sajian hiburan, garapan tersebut juga memperkenalkan salah satu tradisi khas Kabupaten Badung kepada masyarakat yang hadir di ajang PKB.

Baca Juga:  Perpaduan Jegog dan Baleganjur Kontemporer, Duta Jembrana Curi Perhatian Ribuan Penonton PKB

Koreografer sekaligus penata kostum, Gusti Ngurah Gede Oka Wiratmaja, mengatakan penampilan tahun ini memiliki makna khusus karena mengangkat Tradisi Tipat Bantal yang hingga kini tetap dijaga masyarakat Desa Adat Kapal. Sekitar 150 seniman dilibatkan dalam pementasan kolosal tersebut.

“Hari ini sangat spesial karena kami menampilkan sebuah tradisi tentang Siat Tipat Bantal yang ada di Desa Adat Kapal. Tradisi inilah yang kami angkat pada kesempatan kali ini bersama sekitar 150 peserta,” ujarnya.

Menurutnya, pemilihan tema itu bertujuan memperkenalkan salah satu warisan budaya Badung kepada masyarakat luas melalui panggung Pesta Kesenian Bali.

Ia menjelaskan, Tipat Bantal bukan sekadar tradisi, tetapi mengandung filosofi mendalam mengenai keseimbangan kehidupan. Simbol pertemuan purusa dan pradana menjadi pesan utama yang diterjemahkan dalam garapan seni tersebut.

Baca Juga:  Pj Bupati Buleleng Tegaskan Tidak Ada Perampasan Lahan Milik Warga di Batu Ampar

“Tipat Bantal merupakan simbol pertemuan purusa dan pradana. Dari pertemuan itu lahir kehidupan baru. Filosofi tersebut kami harapkan juga mampu melahirkan karya-karya baru yang terus menjaga dan mengembangkan tradisi Bali,” jelasnya.

Melalui “Sanggama Rohani”, Sanggar Seni Tugek Carangsari menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya mengedepankan estetika panggung, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga warisan leluhur, memperkuat nilai spiritual, serta melestarikan tradisi sebagai bagian dari identitas budaya Bali.(adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments