UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung resmi meluncurkan Program Beasiswa Nak Badung bersamaan dengan pembukaan Badung Education Fair (BEF) 2026 yang berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Badung, Selasa 9 Juni 2026.
Peluncuran program tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Badung, mulai dari tingkat SMA/SMK hingga perguruan tinggi.
Dalam program ini, Pemkab Badung menghadirkan dua skema bantuan pendidikan, yakni Beasiswa Motivasi bagi siswa SMA/SMK sederajat serta Beasiswa Afirmasi yang ditujukan untuk mahasiswa baru jenjang Sarjana, Sarjana Terapan, dan Profesi.
Pada rangkaian acara yang sama, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama secara simbolis antara Bupati Badung dengan sejumlah perguruan tinggi di Bali terkait pelaksanaan Beasiswa Afirmasi. Selain itu, Sekretaris Daerah Badung IB Surya Suamba menandatangani kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk mendukung pelaksanaan Beasiswa Motivasi.
BEF 2026 juga menjadi ajang apresiasi bagi dunia pendidikan. BPD Bali menyerahkan penghargaan kepada lima sekolah dengan transaksi Simpanan Pelajar (Simpel) terbanyak serta Agen Simpel Teraktif 2025, yakni SMPN 2 Abiansemal, SMPN 1 Kuta Selatan, SMPN 1 Petang, SDN 4 Kapal, dan SDN 1 Kerobokan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Badung menerima penghargaan dari Bank Indonesia atas dukungannya terhadap program Cinta, Bangga, Paham Rupiah. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Henry Nosih Saturwa.
Usai kegiatan, Bupati Adi Arnawa menjelaskan bahwa Beasiswa Nak Badung menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global menuju Indonesia Emas 2045. Pada tahun pertama pelaksanaannya, Beasiswa Afirmasi ditargetkan menjangkau 450 penerima manfaat melalui proses seleksi dan verifikasi yang ketat.
Program tersebut diprioritaskan bagi keluarga yang belum memiliki lulusan S1 atau D4, anak petani, serta penerima yang memenuhi unsur kearifan lokal seperti anak ketiga (Nyoman) dan anak keempat (Ketut).
“Mudah-mudahan dengan pemberian beasiswa ini akan lebih banyak memberikan akses kepada masyarakat Badung, dengan prinsip-prinsip keadilan bagi yang tidak mampu pun juga akan bisa mengikuti sekolah SMA termasuk melanjutkan kepada jenjang Perguruan Tinggi. Saya sudah memikirkan juga bagi anak-anak Badung yang dalam kondisi berkebutuhan khusus, saya sudah perintahkan untuk diberikan beasiswa dari jenjang sekolah-sekolahnya, disamping memang kita berikan program bantuan difabel Rp 1 juta/bulan,” jelasnya.
Menurut Adi Arnawa, penerima Beasiswa Motivasi akan memperoleh bantuan berupa biaya SPP, biaya personal, dan seragam sekolah. Sementara itu, penerima Beasiswa Afirmasi mendapatkan dukungan yang lebih luas, mulai dari biaya SPP atau UKT, biaya personal, biaya tempat tinggal, laptop, hingga biaya wisuda.
“Untuk Beasiswa motivasi berhak mendapat uang SPP/Sumbangan pendidikan, Biaya Personil dan Biaya Seragam sekolah sedangkan Beasiswa afirmasi mendapatkan Uang SPP/UKT, Biaya Personil termasuk biaya indekos, Biaya laptop, dan biaya wisuda. Masyarakat petani ini satu-satunya tujuan kami adalah untuk memberikan reward ini semua kepada petani, agar petani yang di bandung ini fokus untuk memproduksi pangan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Badung, I Gusti Made Dwipayana, mengatakan penyelenggaraan BEF yang berlangsung sejak 2022 terus berkembang menjadi ruang kolaborasi dan kreativitas yang lebih inklusif. Menurutnya, pendidikan tidak hanya menitikberatkan pada hasil akhir, tetapi juga proses yang dilalui untuk mencapai keberhasilan.
“Tema ‘Pendidikan Berkelanjutan untuk Semua’ yang diusung tahun ini merupakan refleksi komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang berkualitas, inklusif, relevan, dan berkelanjutan sepanjang hayat,” paparnya.
Ia menambahkan, peluncuran Beasiswa Nak Badung dalam ajang BEF 2026 menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memperluas pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di Kabupaten Badung.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua LLDikti Wilayah VIII I Gusti Lanang Bagus Eratodi, Kadisdikpora Provinsi Bali Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta, jajaran Forkopimda Badung, pimpinan perangkat daerah, unsur pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta para perbekel dan lurah se-Kabupaten Badung.(den/ub)





