spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungBali Kuasai 45 Persen Wisman Indonesia, Koster: BBTF Harus Jadi Motor Penguatan...

Bali Kuasai 45 Persen Wisman Indonesia, Koster: BBTF Harus Jadi Motor Penguatan Pariwisata Nasional

UPDATEBALI.com, BADUNG – Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi penyelenggaraan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 yang dinilai semakin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata unggulan dunia.

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers penutupan BBTF 2026 di Hotel Westin Resort Nusa Dua, Badung, Sabtu, 30 Mei 2026.

Koster berharap pada penyelenggaraan tahun mendatang, cakupan dan jangkauan BBTF dapat diperluas agar memberikan dampak yang lebih besar, tidak hanya bagi Bali tetapi juga bagi pariwisata nasional.

“Sebagai Gubernur Bali, saya mengucapkan terima kasih kepada ASITA yang telah menyelenggarakan BBTF dengan sangat baik, serta kepada The Westin Resort Nusa Dua yang telah menyediakan tempat penyelenggaraan. Ke depan saya mendorong agar BBTF memiliki cakupan yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Ia menegaskan, evaluasi dan perbaikan perlu dilakukan untuk penyelenggaraan BBTF 2027 agar event ini semakin berkualitas dan berdampak luas. Pemerintah Provinsi Bali, lanjutnya, siap memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan ajang tersebut.

Menurut Koster, peran Bali dalam industri pariwisata nasional sangat signifikan. Sebelum pandemi Covid-19, Bali mencatat sekitar 6,2 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2019. Setelah sempat terdampak pandemi hingga 2022, jumlah kunjungan wisatawan asing pada 2025 kembali meningkat menjadi 7,05 juta orang melalui jalur udara, tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali.

Baca Juga:  Jaya Negara Pastikan Subsidi Rp1,5 Juta Bagi Siswa Gagal Masuk SMP Negeri

“Jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2025 mencapai 15,3 juta orang, dan Bali menyumbang sekitar 45 persen. Ini menunjukkan betapa besar peran Bali dalam industri pariwisata nasional,” katanya.

Dari sisi ekonomi, kontribusi pariwisata Bali juga terus menunjukkan peningkatan. Devisa yang dihasilkan mencapai lebih dari Rp17 triliun dengan total perputaran ekonomi sekitar Rp176 triliun, atau sekitar 55 persen dari total perputaran ekonomi pariwisata nasional yang mencapai Rp320 triliun.

“Pulau Bali yang kecil ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Indonesia. Ini bukti nyata bahwa Bali tetap menjadi lokomotif pariwisata nasional,” tegasnya.

Selain penguatan sektor promosi, Pemprov Bali juga terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan dasar yang memengaruhi pariwisata, seperti sampah, kemacetan, dan ketahanan energi.

Koster menyebut program pengolahan sampah menjadi energi listrik akan mulai berjalan pada 8 Juli 2026, sementara pengelolaan sampah regional Denpasar–Badung ditargetkan beroperasi pada 2028.

Baca Juga:  Tancap Gas Program KDKMP, Jembrana Optimistis Raih Posisi Tercepat dan Terbanyak di Bali

“Target kami Bali menjadi bersih dari masalah sampah. Kebersihan adalah fondasi utama pariwisata berkualitas,” ujarnya.

Di sektor infrastruktur, berbagai proyek strategis juga terus dipercepat untuk mengurangi kemacetan, khususnya di wilayah Badung, dengan dukungan pemerintah pusat dan DPR RI. Sementara di bidang energi, Bali diarahkan menuju kemandirian energi berbasis energi bersih dan berkelanjutan.

“Kami ingin Bali mandiri energi dengan sumber energi bersih tanpa ketergantungan pada energi fosil dari luar daerah,” katanya.

Koster juga menegaskan pentingnya menjaga kualitas pariwisata Bali melalui penegakan aturan terhadap wisatawan asing. Pemerintah telah menerapkan panduan do and don’t serta regulasi daerah untuk memastikan pariwisata berbasis budaya tetap terjaga.

“Pariwisata Bali harus berkualitas dan bermartabat. Kami tidak segan menindak wisatawan yang melanggar aturan, termasuk deportasi bila diperlukan,” tegasnya.

Terkait kondisi kunjungan wisatawan, Koster menyampaikan bahwa dampak isu global tidak terlalu signifikan. Dari Januari hingga April 2026, kunjungan wisatawan mancanegara hanya turun 0,23 persen, sementara pada 1–27 Mei turun sekitar 7 persen.

Baca Juga:  Jaga Bali Tetap Aman, Gubernur Koster Gandeng Densus 88 Susun Langkah Pencegahan Radikalisme

Namun demikian, kinerja ekonomi tetap positif. Pendapatan Pajak Hotel dan Restoran hingga Mei 2026 mencapai sekitar Rp2,89 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,6 triliun.

“Ini menunjukkan aktivitas ekonomi pariwisata Bali tetap kuat dan stabil,” jelasnya.

Untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, Pemprov Bali akan mendorong penambahan rute penerbangan internasional langsung serta memperkuat konektivitas wisata dengan wilayah Nusa Tenggara.

Sementara itu, BBTF 2026 mencatat partisipasi 407 buyer dari 44 negara dan 286 seller dari berbagai daerah di Indonesia, dengan nilai transaksi mencapai Rp6,9 triliun. Ajang ini kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pameran pariwisata B2B terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Ketua Panitia BBTF 2026 I Putu Winastra menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun berikutnya akan dikembangkan lebih luas dengan melibatkan wilayah Indonesia Timur seperti NTB dan NTT.

“Ke depan bisa menjadi Bali and Nusra Travel Fair. Tahun 2027 BBTF akan kembali digelar pada 9–11 Juni,” ujarnya.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments