UPDATEBALI.com, BULELENG – Sawan Festival 2026 kembali menjadi wadah ekspresi budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di Kecamatan Sawan. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pantai Kerobokan, Jumat 22 Mei 2026, dibuka langsung oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna dan menghadirkan beragam atraksi seni, tradisi, serta produk unggulan desa.
Dalam sambutannya, Wabup Supriatna menegaskan bahwa festival kecamatan yang digagas Pemerintah Kabupaten Buleleng bukan sekadar agenda hiburan, melainkan ruang strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, pelaksanaan festival di setiap kecamatan merupakan gagasan Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra yang bertujuan memperkuat pelestarian seni budaya sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan berbasis kearifan lokal.
“Sawan Festival menjadi festival kecamatan yang keenam sejak dilaksanakan dari April hingga Mei 2026,” ucapnya.
Ia menjelaskan, Kecamatan Sawan memiliki posisi penting dalam perkembangan seni budaya Buleleng. Berbagai warisan budaya yang hingga kini tetap lestari lahir dari wilayah tersebut, mulai dari seni tari, karawitan hingga kerajinan gamelan tradisional yang telah dikenal luas.
Wabup Supriatna menyebut Desa Jagaraga sebagai salah satu pusat perkembangan seni pertunjukan di Buleleng yang melahirkan Tari Teruna Jaya dan berbagai karya budaya lainnya. Di sisi lain, sejumlah perajin di Desa Sawan masih mempertahankan tradisi pembuatan gong dan gamelan khas Buleleng yang menjadi identitas budaya daerah.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, panitia, dan perangkat kecamatan yang dinilai mampu menghadirkan festival dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang kuat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi cerminan kemampuan masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus mengelola potensi daerah secara mandiri.
Sementara itu, Camat Sawan I Ketut Cantyana menjelaskan bahwa festival berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Mei 2026. Tahun ini kegiatan mengusung tema “Mangghosanaken Budaya”, yang mengandung makna menjaga, melestarikan, dan mempertahankan nilai-nilai adat, seni, serta budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Berbagai agenda budaya disiapkan untuk memeriahkan festival, di antaranya lomba penjor hias, parade gebogan, lomba menulis aksara Bali, lomba menggambar dan mewarnai, hingga kolaborasi seni yang menampilkan Tari Teruna Jaya dari Desa Jagaraga dan Legong Pengelep dari Desa Menyali.
Selain menonjolkan aspek budaya, panitia juga memasukkan unsur edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi kesehatan dan pengelolaan sampah berbasis sumber. Untuk mendukung gerakan tersebut, area festival dilengkapi fasilitas pemilahan sampah organik dan anorganik sebagai bentuk kampanye lingkungan kepada pengunjung.
Partisipasi masyarakat terlihat dari keterlibatan seluruh desa di Kecamatan Sawan. Sebanyak 14 desa ambil bagian dengan menampilkan produk UMKM, kuliner lokal, hingga berbagai hasil kerajinan yang menjadi potensi unggulan wilayah masing-masing.
Pelaksanaan kegiatan didukung melalui pendanaan APBD, sponsor, serta kontribusi berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap pengembangan seni budaya dan ekonomi kreatif masyarakat.
“Melalui Sawan Festival 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap semangat menjaga warisan budaya lokal terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kebersamaan dan kreativitas generasi muda dalam menjaga identitas budaya Buleleng,” harapnya.(adv/ub)





