UPDATEBALI.com, BULELENG – Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan yang semakin parah pascamusim hujan, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Buleleng I Putu Adiptha Eka Putra turun langsung meninjau sejumlah ruas jalan rusak di Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng, Jumat, 22 Mei 2026.
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi jalan secara langsung sekaligus memastikan langkah penanganan dapat segera dilakukan guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Gede Supriatna menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng terus berupaya mempercepat perbaikan infrastruktur jalan secara bertahap meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran daerah.
Menurutnya, Buleleng memiliki tantangan besar karena memiliki ruas jalan kabupaten terpanjang di Bali dengan total hampir 300 kilometer jalan yang mengalami kerusakan, baik kategori rusak berat maupun berlubang.
“Kita tahu betul kondisi jalan di Kabupaten Buleleng. Setiap tahun pemerintah daerah pasti menganggarkan program peningkatan maupun rehabilitasi jalan rusak. Memang tidak bisa selesai dalam satu atau dua tahun, tetapi dalam lima tahun kepemimpinan kami bersama Bapak Bupati, kami akan berusaha semaksimal mungkin menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah harus membagi kemampuan anggaran untuk berbagai kebutuhan pembangunan lainnya, seperti sektor pendidikan, kesehatan, irigasi, serta pembangunan fasilitas publik. Selain itu, kenaikan harga material konstruksi, khususnya aspal, turut mempengaruhi percepatan pelaksanaan program perbaikan jalan.
“Kenaikan harga material, khususnya aspal, membuat kami harus melakukan penyesuaian kembali terhadap perencanaan yang ada. Namun kami tetap berupaya agar perbaikan jalan tetap berjalan, salah satunya melalui patching untuk mengurangi keluhan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Perkim Kabupaten Buleleng I Putu Adiptha Eka Putra menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp70 miliar untuk penanganan jalan.
Selain itu, Pemkab Buleleng juga mengusulkan tambahan dana sebesar Rp50 miliar melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) guna mempercepat perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah.
Khusus untuk ruas jalan di Desa Alasangker, pihaknya memastikan penanganan awal akan segera dilakukan sesuai arahan Wakil Bupati.
“Untuk ruas di Alasangker ini, atas arahan Pak Wakil Bupati, tim Satgas Sigap Merah Putih akan mulai melakukan patching pada Senin pagi di titik-titik yang paling parah,” jelasnya.
Rencana perbaikan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kelian Adat Tenaon, Wayan Wara, berharap penanganan jalan dapat segera terealisasi mengingat kondisi jalan yang berlubang telah menimbulkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
“Yang penting lubang-lubang di jalan ini bisa segera ditutup agar masyarakat aman saat melintas. Banyak warga yang jatuh karena kondisi jalan rusak,” ungkapnya.
Melalui langkah perbaikan bertahap yang dilakukan, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap kondisi infrastruktur jalan dapat semakin baik sehingga mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian di wilayah setempat.(adv/ub)





