Cegah Paham Radikal dan Kekerasan, Densus 88 Edukasi Pelajar SMPN 1 Sukasada

0
180
Suasana kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di SMPN 1 Sukasada.
Suasana kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di SMPN 1 Sukasada. Sumber foto : Dna/ub

UPDATEBALI.com, BULELENG – Kasatgaswil Bali Densus 88 Anti Teror Polri, Kombespol Sri Astutiningsih menggelar sosialisasi untuk mengedukasi pelajar terkait kekerasan terhadap anak serta masuknya paham radikalisme. Kali ini kegiatan dilakukan di SMPN 1 Sukasada, Rabu 22 April 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan siswa-siswi dari kelas 1, 2, dan 3, serta didampingi oleh para guru pengajar. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada para pelajar mengenai bahaya kekerasan, perundungan (bullying), serta ancaman penyusupan paham radikalisme.

Dalam pemaparannya, Kombespol Sri Astutiningsih menerangkan, kasus perundungan terhadap anak dapat menjadi awal munculnya tekanan mental, stres, hingga menimbulkan rasa dendam pada korban. Kondisi ini, jika tidak ditangani dengan baik, berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyusupkan paham radikal.

Baca Juga:  Grand Final Duta Anak 2026 Digelar Meriah, Bupati Klungkung Tekankan Peran Strategis Generasi Muda

“Sering kali anak yang menjadi korban bullying merasa tidak berani menyampaikan kepada orang tua. Mereka justru melampiaskan melalui media sosial atau permainan online, bahkan berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenal. Hal ini bisa menjadi celah bagi oknum radikal untuk masuk dan mempengaruhi,” Kata dia.

Sri Astutiningsih juga mencontohkan bahwa kasus serupa pernah terjadi di salah satu sekolah di Jakarta, di mana anak-anak menjadi target pendekatan kelompok radikal melalui media digital.

Lebih lanjut disampaikan, anak yang telah terpapar paham radikal cenderung memiliki pola pikir untuk melawan tindakan bullying dengan cara ekstrem, bahkan mengarah pada tindakan kekerasan dan terorisme. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk melakukan perekrutan.

Baca Juga:  Kampanye Keselamatan Berkendara Menyasar Pelajar, Astra Motor Bali Hadir di SMK Pariwisata Mengwi

“Kehadiran saya di sini adalah untuk memberikan pemahaman kepada adik-adik semua agar tidak mudah terpengaruh dan terpapar paham radikalisme,” Tegas dia.

Selain itu, peran orang tua, lingkungan, dan pihak sekolah juga sangat penting dalam mencegah masuknya paham radikal. Ditekankan agar selalu memperhatikan perkembangan anak, terutama jika terjadi perubahan sikap yang tidak biasa.

“Jika ada perubahan perilaku pada anak, segera lakukan pendekatan dan ajak komunikasi. Jangan sampai ada pihak luar yang lebih dulu masuk dan mempengaruhi dengan paham yang menyimpang,” Imbuhnya.

Baca Juga:  Wabup Ipat Hadiri HUT ke-8 RSU Balimed Negara, Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan

Disisi lain Kasi Humas Polres Buleleng IPTU Yohana Rosalin Diaz atas seijin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, berharap dengan adanya kegiatan ini mampu mendorong keberanian anak atau pelajar untuk melapor jika menjadi korban atau mengetahui adanya tindakan kekerasan maupun radikalisme.

“Kami berharap anak-anak atau murid yang mengalami maupun mengetahui adanya tindakan kekerasan agar berani speak up atau menceritakannya kepada orang tua, teman, guru, maupun pihak berwajib sehingga dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar,” Tandasnya.(dna/ub)