76 Krama Ikuti Karya Pitra Yadnya dan Atma Wedana Serangan, Wali Kota Jaya Negara Beri Apresiasi

0
279
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat mengikuti prosesi Ngajum di Karya Pitra Yadnya dan Atma Wedana Desa Adat Serangan, di Lapangan Wayan Bulit Serangan, Minggu (13/9).
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat mengikuti prosesi Ngajum di Karya Pitra Yadnya dan Atma Wedana Desa Adat Serangan, di Lapangan Wayan Bulit Serangan, Minggu (13/9). Sumber foto : Humas Denpasar/updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri sekaligus mengikuti prosesi Ngajum serangkaian Karya Pitra Yadnya lan Atma Wedana Desa Adat Serangan yang digelar di Lapangan Wayan Bulit Serangan, Minggu, 13 September 2026.

Diiringi suara gamelan dan lantunan kidung suci, karya tersebut dipuput oleh dua orang Sulinggih, yakni Ida Ratu Peranda Ngurah Tegal dari Griya Tegal dan Ida Pedanda Budha dari Griya Ulun Uma Mengwi.

Baca Juga:  Majukan Sektor Pertanian Badung, Sekda Adi Arnawa Hadiri Gathering 'Mewujudkan Badung Daulat Pangan'

Usai mengikuti prosesi Ngajum, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan, pelaksanaan Karya Pitra Yadnya lan Atma Wedana secara bersamaan merupakan bentuk penerapan semangat gotong royong yang sejalan dengan spirit Kota Denpasar, yakni Vasudhaiva Khutumbakam.

Selain meringankan beban biaya masyarakat, pelaksanaan karya ini juga diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan di antara masyarakat.

“Pelaksanaan ini patut diapresiasi, selain sebagai sebuah bentuk kewajiban Umat Hindu yang harus dijalankan, karya ini juga mengusung semangat gotong royong menyama braya antar masyarakat yang begitu kental,” kata Jaya Negara.

Baca Juga:  Usaha Perorangan Mesti Mengarah ke “Social Enterprise, Simak Penjelasannya

Bendesa Adat Serangan I Nyoman Gede Pariatha didampingi Manggala Karya I Wayan Astawa menjelaskan, rangkaian karya telah dimulai sejak Jumat, 4 September 2026. Total terdapat 76 peserta yang mengikuti rangkaian karya tersebut.

Gede Pariatha merinci, jumlah tersebut terdiri dari 19 peserta Ngaben, 41 peserta Nyekah, 14 peserta Warak Keruron, dan 2 peserta Ngelangkir.

Para peserta dikenakan biaya masing-masing Rp3 juta untuk Ngaben dan Nyekah, serta Rp1 juta untuk prosesi Warak Keruron dan Ngelangkir. Sementara itu, biaya lainnya ditanggung Desa Adat Serangan serta Punia dari berbagai kalangan masyarakat.

Baca Juga:  Astra Motor Bali Berikan Surprise Paket Lebaran untuk Konsumen Setia Honda

“Tujuan utama kami adalah meringankan beban masyarakat atau krama desa. Dengan dilaksanakan bersama, rasa kebersamaan dan menyama braya juga semakin kuat,” katanya.(per/updatebali)