UPDATEBALI.com, BULELENG — Jalan Padang Keling di Lingkungan Banyuning, yang selama lebih dari tiga dekade hanya berupa jalan tanah, akhirnya berubah wajah.
Ruas jalan sepanjang 850 meter itu kini telah mulus beraspal, menandai titik balik besar bagi masyarakat setempat yang selama ini harus bergelut dengan debu di musim kemarau dan lumpur saat hujan.
Proyek peningkatan infrastruktur ini selesai dikerjakan dalam 120 hari kalender oleh CV. Dharma Jati Karya, dengan total anggaran mencapai Rp 1,418 miliar. Tak hanya fokus pada pelapisan aspal, proyek ini juga dilengkapi dengan pembangunan sistem drainase, guna mencegah kerusakan jalan akibat genangan air.
Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, turun langsung meninjau hasil pembangunan tersebut pada Senin (14/7/2025). Dalam kunjungannya, ia didampingi oleh Lurah Banyuning, perwakilan Dinas PUTR Buleleng, serta beberapa warga.
Supriatna menegaskan bahwa pembangunan jalan ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan infrastruktur dasar yang layak.
“Pemerintah sudah hadir dan menunaikan kewajibannya. Kini saatnya kita bersama menjaga hasil pembangunan ini agar manfaatnya bisa dirasakan lebih lama,” ujar Wabup Supriatna, sembari mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan saluran air di sekitar jalan agar tidak tersumbat.
Salah satu warga, Ketut Tirta, mengungkapkan rasa syukurnya atas perbaikan yang telah lama dinantikan.
“Sudah sejak 1990 jalan ini dibiarkan seperti itu. Sekarang akhirnya diaspal, dan kami merasa sangat terbantu. Ini benar-benar perubahan yang besar,” ungkapnya.
Jalan Padang Keling yang dulunya sering diabaikan, kini menjadi simbol nyata komitmen pemerintah daerah dalam memprioritaskan pembangunan merata hingga ke lingkungan-lingkungan yang lama tertinggal. Warga tak lagi harus berjalan di atas tanah becek atau terpapar debu — kini mereka melangkah di atas jalan yang membawa harapan baru.(adv/ub)





