25 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Mixologi, Diskop UKMP Badung Dukung Inovasi Minuman Lokal

0
150
Diskop UKMP Badung membuka Pelatihan Mixologi UMKM 2025 untuk meningkatkan keterampilan pelaku usaha dalam meracik minuman dan membuka peluang usaha baru.
Diskop UKMP Badung membuka Pelatihan Mixologi UMKM 2025 untuk meningkatkan keterampilan pelaku usaha dalam meracik minuman dan membuka peluang usaha baru. Sumber foto : Kominfo Badung

UPDATEBALI.com, BADUNG – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop UKMP) Kabupaten Badung secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Mixologi UMKM Badung Tahun 2025, Senin, 19 Mei 2025, bertempat di Ruang Rapat Cempaka, Puspem Badung.

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskop UKMP Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, yang menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pelaku usaha mikro dan calon wirausaha, khususnya dalam bidang seni meracik minuman atau mixology.

“Pelatihan ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami teknik meracik minuman, tetapi juga menguasai keterampilan berkomunikasi dengan pelanggan serta pengetahuan dasar untuk membuka dan mengembangkan usaha,” ujar Sukadana.

Baca Juga:  Pelatihan Toyota Production System Teknik Industri Universitas Udayana

Pelatihan yang berlangsung selama lima hari, dari 19 hingga 23 Mei 2025, digelar di dua lokasi, yakni Ruang Rapat Cempaka Diskop UKMP dan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Sekolah Perhotelan Bali.

Sebanyak 25 peserta dari kalangan pelaku UMKM dan calon wirausaha di Kabupaten Badung mengikuti pelatihan ini. Mereka dibimbing langsung oleh para instruktur profesional dari Sekolah Perhotelan Bali, antara lain Ida Bagus Nyoman Weda, I Gusti Ngurah Ketut Wardika, serta I Made Hadi Purnantara selaku Sekretaris Sekolah Perhotelan Bali.

Baca Juga:  Dipastikan Kalah! Masyarakat Diminta tak Tergiur dengan Keuntungan Judi Online

Materi pelatihan meliputi pengenalan rasa, sejarah dan profil minuman, teknik dasar mixologi seperti stiring, shaking, layering, straining, hingga infusion.

Selain materi teori, peserta juga berkesempatan mengikuti sesi praktik langsung pembuatan berbagai jenis minuman.

Raka Sukadana menambahkan, pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Badung.

“Sebagai daerah pariwisata, Badung memiliki banyak kafe dan warung yang menyajikan minuman. Pelatihan ini bisa membuka peluang kerja maupun usaha mandiri bagi peserta maupun masyarakat di masa mendatang,” jelasnya.

Baca Juga:  Dukung Sektor Pariwisata, Sekda Hadiri Launching Alat Pengukur Kualitas Udara CSR 'AirScape' di ITDC Nusa Dua

Tak hanya pelatihan, Diskop UKMP Badung juga menyediakan akses pembiayaan melalui program Subsidi Kredit Usaha Mikro Badung Sejahtera (Sidi Kumbara).

Program ini memberikan fasilitas pinjaman dengan bunga nol persen bagi pelaku usaha mikro yang ingin mengembangkan usahanya.

“Program ini dirancang untuk memberdayakan pelaku UMKM serta mendorong pertumbuhan dan perkembangan usaha mikro, khususnya di wilayah Kabupaten Badung,” tambah Sukadana.

Ia pun berharap, pelatihan ini dapat menjadi titik awal lahirnya para mixologist andal yang mampu bersaing di industri pariwisata maupun membangun usaha minuman mereka sendiri.(yud/ub)