spot_img
spot_img
BerandaBali11 Tahun Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti, Rayakan Anniversary dengan Aksi Sosial...

11 Tahun Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti, Rayakan Anniversary dengan Aksi Sosial Penuh Makna

UPDATEBALI.com, BULELENG – Memasuki usia ke-11 tahun, Yayasan Seni Wahyu Semara Shanti (WSS) merayakan hari jadinya dengan kegiatan yang sarat makna sosial.

Yayasan yang berlokasi di Desa Tukadmungga ini memilih menggelar bakti sosial sebagai wujud dedikasi kemanusiaan sekaligus pengabdian seni kepada masyarakat.

Perayaan tahun ini mengusung semangat “Vasudeva Kutumbakam” yang berarti “kita semua bersaudara”.

Founder sekaligus pengelola yayasan, Kadek Angga Wahyu Pradana, menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial dipilih sebagai bentuk nyata menjadikan seni tidak hanya tampil di panggung, tetapi juga hadir memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

Baca Juga:  Sekda Badung Adi Arnawa Serahkan Hibah Rp 1,2 Miliar untuk Karya Ngenteg Linggih di Pura Dalem Kebon Baleran

“Esensi bakti sosial ‘Vasudeva Kutumbakam’ mengusung tema kita semua bersaudara. Alasan utama di balik pemilihan kegiatan bakti sosial adalah keinginan founder dan pengurus untuk menjadikan seni sebagai media pemersatu dan pengabdian nyata,” ujarnya, Minggu, 15 Februari 2026.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada 13 Februari 2026 tersebut, yayasan menyalurkan 100 paket tali kasih berisi sembako dan kebutuhan pokok kepada lansia, anak yatim/piatu didik sanggar, serta masyarakat kurang mampu di sekitar lingkungan yayasan.

Baca Juga:  Dukung Program Akselerasi, Lapas Singaraja Giat Bakti Sosial Sasar Keluarga Napi

Angga menuturkan, eksistensi yayasan sejatinya telah berakar sejak 1998 melalui bimbingan ayahnya, Ketut Ardana. Setelah melalui perjalanan panjang dalam pelestarian seni kerawitan dan tari, lembaga seni tersebut akhirnya memperoleh legalitas resmi pada 2015, yang kemudian menjadi tonggak awal perayaan anniversary hingga mencapai usia ke-11 pada Februari 2026.

Ke depan, yayasan yang berkiprah di wilayah Buleleng ini diharapkan terus berkembang sebagai pusat kebudayaan yang inklusif serta mampu menciptakan iklim berkesenian yang sehat dan saling merangkul antar-sanggar.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Apresiasi Karya Dewa Yadnya Desa Adat Geluntung yang Mengedepankan Pelestarian Budaya

“WSS berkomitmen untuk terus mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara estetika, tetapi juga memiliki empati sosial yang tinggi, laksana bunga yang menyebarkan keharuman bagi siapa saja yang ada di sekelilingnya,” pungkasnya.(adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments