UPDATEBALI.com, DENPASAR – Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-8, Wija Insan Nugraha (WIN) kembali menggelar talkshow bertema “Langkah Menuju Garis Dua: Merajut Harapan, Menyambut Impian” pada Minggu, 16 Februari 2025, di Denpasar.
Acara ini dihadiri oleh 100 pasangan pejuang garis dua yang antusias mengikuti sesi diskusi bersama lima narasumber ahli di bidang fertilitas.
Komisaris PT Puri Bunda, dr. Made Suyasa Jaya, Sp.OG. Subsp.FER., menyampaikan bahwa WIN memiliki misi menjadi sarana terbaik dalam kolaborasi antara medis, pasien, dan klinik untuk membantu pasangan dalam fase reproduksi.
“Dengan adanya WIN, RSIA Puri Bunda diharapkan dapat menjadi rumah sakit ibu dan anak yang mampu melayani seluruh calon ayah dan ibu, mulai dari proses pembentukan embrio, kelahiran, hingga tumbuh kembang anak,” ujar dr. Made Suyasa.
WIN berkomitmen memberikan bantuan maksimal kepada pasangan yang mengalami kesulitan mendapatkan keturunan. Seminar ini menjadi wadah bagi pasangan untuk mendapatkan informasi dan bimbingan dalam proses program kehamilan.
“WIN membuka pintu selebar-lebarnya untuk konsultasi, karena sudah dilengkapi dengan peralatan berstandar internasional, seperti teknologi embrio beku dan sperma beku,” tambahnya.
Selain itu, WIN juga rutin mengadakan kelas eksklusif untuk pasangan suami istri setiap tahunnya. Kelas ini menjadi forum berbagi pengalaman dan konsultasi dengan para ahli fertilitas, embriologi, dan andrologi, guna memberikan literasi dan informasi mengenai penanganan infertilitas.
Salah satu pembicara dalam seminar ini, dr. Jaqueline Sudiman, GradDipRepsc., MRepSC., Ph.D., menjelaskan tentang teknologi bayi tabung.
“Bayi tabung merupakan metode pembuahan di luar tubuh, di mana sel telur wanita diambil dan dibuahi dengan sperma suaminya. Beberapa hari kemudian, embrio yang terbentuk dimasukkan ke dalam rahim ibu,” jelas dr. Jaqueline.
WIN RSIA Puri Bunda kini menghadirkan teknologi embrio beku yang memungkinkan pasangan menyimpan embrio untuk digunakan di masa mendatang.
“Jika pasangan ingin memiliki anak kedua atau ketiga, mereka bisa menggunakan embrio beku tanpa harus mengulang proses pengambilan sel telur dari awal,” tambahnya.
Wintalk 8th Winversary ini juga menghadirkan narasumber lainnya, yaitu Dr. dr. A. A. N Anantasika, Sp. OG. Subsp.FER., yang membawakan materi tentang memaksimalkan peluang kehamilan dengan metode yang tepat. Sementara itu, dr. Yukhi Kurniawan, Sp.And.Subsp.FER., membahas solusi kesuburan pria dan langkah awal menuju kehamilan.
Selain aspek medis, seminar ini juga menyoroti pentingnya faktor nutrisi dan kesehatan mental dalam program kehamilan. dr. Rini M. Siallagan, Sp.GK., memaparkan materi tentang optimalisasi peluang kehamilan melalui nutrisi dan berat badan ideal. Sedangkan Lyly Puspa Palupi Sutaryo, M. Si., Psikolog, membahas dukungan psikologis dalam program hamil serta cara menghadapi stres bersama pasangan.
Dengan digelarnya acara ini, WIN terus berupaya memberikan solusi dan dukungan bagi para pejuang garis dua, membantu mereka dalam perjalanan menuju kehamilan yang diimpikan. (den/ub)





