UPDATEBALI.com, LOMBOK TIMUR – Teknologi informasi dan komunikasi di dunia terus berkembang secara masif. Terbukti, pengguna internet di Indonesia saja sudah mencapai lebih dari 200 juta. Pemanfaatan internet secara positif, kreatif dan aman diharapkan mampu mengoptimalkan fungsi internet bagi kemaslahatan hidup manusia.
Untuk mendorong pemanfaatan internet secara positif, kreatif dan aman, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar webinar literasi digital untuk komunitas pendidikan di wilayah Bali-Nusa Tenggara, Selasa 10 Oktober 2023 pagi, pukul 09.00 WITA.
Mengusung tema ”Positif dan Kreatif serta Aman di Internet”, diskusi daring (online) itu akan menghadirkan tiga narasumber. Mereka adalah Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Dikbud Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Mustiaji Amiruddin, musisi Raka Maukar, influencer Tya Yustia, dan Pingkan Maukar selaku moderator.
”Webinar ini dapat diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbalinustra01010. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Senin 9 Oktober 2023.
Kemenkominfo menjelaskan, perkembangan internet telah mengubah gaya hidup manusia menjadi serba digital: menawarkan kemudahan dan kepraktisan dalam melakukan berbagai aktivitas.
”Tingginya aktivitas digital juga membuka potensi buruk, seperti penipuan dan pencurian akun,” tutur Kemenkominfo dalam rilis.
Agar internet memberikan dampak positif hingga dapat bermanfaat secara optimal bagi aktivitas kehidupan manuisa, lanjut Kemenkominfo, diperlukan pemahaman masyarakat terkait penggunaan internet yang positif, kreatif, dan aman.
”Penggunaan internet secara positif dan kreatif, akan mendukung seluruh kerja-kerja manusia yang bermanfaat. Sementara pemahaman keamanan digital akan menjauhkan pengguna dari persoalan dampak negatif yang ditimbulkannya,” jelas Kemenkominfo.
Program literasi digital, lanjut Kemenkominfo, merupakan salah satu upaya untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital.
”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan 2024,” tambah Kemenkominfo.
Kemenkominfo menambahkan, transformasi teknologi informasi digital (internet) telah mengubah cara manusia berinteraksi, berkomunikasi antar-sesama. Penggunaan teknologi digital yang positif, kreatif, dan aman harus diajarkan kepada pelajar sejak usia dini.
”Positif dan kreatif di internet berarti membatasi asupan negatif, tonton video lucu, konten motivasi, promosi bisnis, maupun konten yang mendukung pembelajaran,” rinci Kemenkominfo.
Sedangkan aman di internet, menurut Kemenkominfo, bisa dilakukan dengan cara memahami aplikasi beserta pengaturan privasi, selalu menyaring informasi, dan mampu melaporkan atau memblokir akun-akun negatif.
Untuk diketahui, program #literasidigitalkominfo tahun ini mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siberkreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.
Tahun ini, program Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.
Kecakapan digital menjadi penting, karena – menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan We Are Social – pengguna internet dan media sosial di Indonesia pada periode 2021-2022 telah mencapai 220 juta orang. Padahal, pada 2019, jumlah itu masih di angka 175 juta orang.
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal YouTube Literasi Digital Kominfo. (yud/ub)





