spot_img
spot_img
BerandaNasionalWawali Denpasar Hadiri Sarasehan Kebangsaan BPIP, Bahas Tantangan Geopolitik Global

Wawali Denpasar Hadiri Sarasehan Kebangsaan BPIP, Bahas Tantangan Geopolitik Global

UPDATEBALI.com, JAKARTA – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, turut ambil bagian dalam Sarasehan Kebangsaan yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa 20 Mei 2025.

Kegiatan ini mengusung tema “Perubahan Geopolitik Dunia Dalam Peluang Menuju Indonesia Raya”.

Acara tersebut dihadiri pula oleh pimpinan lembaga negara, kementerian, dan unsur Forkopimda dari seluruh Indonesia. Sarasehan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila serta merumuskan langkah-langkah menyikapi dinamika global yang terus berubah.

Baca Juga:  Wawali Denpasar Lepas Kirab Api Obor Porprov Bali XVI 2025 Menuju Gelora Ngurah Rai

Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, dalam sambutannya menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana komunikasi penting lintas sektor dan wilayah dalam memperkuat kebangsaan.

“Kegiatan ini dirancang sebagai wadah sinergi antara pusat dan daerah untuk memperkuat ketahanan ideologi sekaligus menyusun strategi nasional menghadapi perubahan geopolitik dunia,” ujarnya.

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, yang turut hadir, menekankan pentingnya merancang strategi politik nasional yang adaptif terhadap perkembangan global. Ia menyebutkan bahwa perubahan peta geopolitik dunia menjadi peluang dan tantangan yang harus dijawab dengan berlandaskan pada nilai luhur Pancasila.

Baca Juga:  Wabup Sutjidra Apresiasi Gerakan Tanam Pohon dari TNI

“Indonesia perlu terus berpegang pada warisan para pendiri bangsa agar mampu menjawab tantangan zaman dan menjaga stabilitas nasional,” jelas Muzani.

Sementara itu, Wawali Denpasar Arya Wibawa menyampaikan komitmennya dalam menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pijakan utama dalam pengambilan kebijakan di Kota Denpasar.

“Kami senantiasa menjunjung semangat gotong royong dalam menyelesaikan persoalan daerah. Ini sejalan dengan filosofi Kota Denpasar, Vasudhaiva Kutumbhakam, yang berarti ‘kita semua bersaudara’,” pungkasnya.(per/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments