Wastra Hitakara Jadi Ajang Promosi Kerajinan Lokal, Dekranasda Buleleng Perkuat Pembinaan UMKM

0
15
Dekranasda Buleleng bersama Dekranasda Bali mendorong pengembangan wastra melalui Fashion Road Show “Wastra Hitakara” guna memperkuat identitas budaya dan memperluas peluang pasar bagi UMKM lokal.
Dekranasda Buleleng bersama Dekranasda Bali mendorong pengembangan wastra melalui Fashion Road Show “Wastra Hitakara” guna memperkuat identitas budaya dan memperluas peluang pasar bagi UMKM lokal. Sumber foto : Humas Buleleng/updatebali

UPDATEBALI.com, BULELENG – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Buleleng mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan Fashion Road Show Dekranasda Provinsi Bali bertema “Wastra Hitakara” yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Kamis, 8 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan wastra sekaligus mendorong perajin dan pelaku UMKM Buleleng meningkatkan kualitas serta daya saing produk.

Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengembangan wastra tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya daerah. Wastra tidak sekadar menjadi produk sandang, tetapi juga mengandung kekayaan budaya yang perlu dipahami, dilestarikan, dan dikembangkan.

Menurutnya, Fashion Road Show menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan perajin dan pelaku UMKM mengenai potensi wastra yang dapat dikembangkan melalui kreativitas dan industri fashion.

“Karena itu, kita harus mampu memahami apa yang kita miliki, kemudian mengembangkan dan mempromosikannya sehingga tidak hanya menjadi warisan yang kita jaga, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Kemenparekraf Beri Atensi Pelaku UMKM Lokal di Buleleng

Ny. Wardhany mengatakan, Buleleng memiliki banyak perajin dan pelaku UMKM potensial yang perlu terus mendapatkan pembinaan. Pembinaan tersebut tidak hanya berfokus pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga mencakup kreativitas, desain, pemasaran, hingga kemampuan mengikuti perkembangan industri fashion.

Ia menilai, potensi yang dimiliki perlu menjadi dasar untuk melakukan pengembangan secara bertahap sesuai dengan kekuatan masing-masing daerah.

“Kita tidak perlu berpikir terlalu jauh. Kita lihat apa yang sudah kita miliki, mana yang perlu dikembangkan dan mana yang perlu ditingkatkan, karena masing-masing daerah mempunyai kekuatan dan potensinya sendiri. Buleleng juga harus mampu mengembangkan apa yang menjadi kekuatan kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengembangan wastra membutuhkan keberlanjutan dan kolaborasi. Fashion Road Show diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mendorong perajin, desainer, model, dan pelaku UMKM untuk terus berkarya serta meningkatkan kualitas produk.

Baca Juga:  Tiga Ponsel Terbaru Samsung, Galaxy A14 dan A34 5G Enterprise Edition dengan Fitur Keamanan Unggulan!

Ny. Wardhany juga menekankan pentingnya memperluas wawasan pelaku UMKM agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Menurutnya, sejumlah perajin di Buleleng telah memiliki kemampuan yang baik, tetapi masih membutuhkan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas pemasaran.

“Jangan hanya berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi bagaimana kegiatan-kegiatan berikutnya juga bisa menjadi ruang untuk mempromosikan karya kita. Kita memiliki cukup banyak perajin dan UMKM yang potensial. Memang ada yang sudah mampu, tetapi masih ada yang perlu kita buka wawasannya, sehingga kualitasnya bisa ditingkatkan dan mereka bisa naik kelas,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, menekankan pentingnya pembinaan yang dimulai dari tingkat kabupaten/kota. Menurutnya, perajin, desainer, dan model yang telah mendapatkan pembinaan di daerah akan lebih mudah dijaring oleh Dekranasda Provinsi Bali untuk memperoleh kesempatan berkembang lebih jauh.

Baca Juga:  Kabupaten Jembrana Terima Rp 778,72 Milyar dari Alokasi Transfer ke Daerah

“Harapan titiang, tolong bina UMKM kita, bina para desainer kita, bina para model kita, sehingga titiang di Provinsi Bali lebih mudah kemudian mengajaknya setelah dibina di kabupaten. Ketika kabupaten/kota sudah membina, titiang lebih mudah untuk menjaringnya dan memberikan kesempatan untuk melompat lebih jauh,” ungkap Ny. Putri Koster.

Arahan tersebut menjadi dorongan bagi Dekranasda Buleleng untuk terus memperkuat pembinaan di tingkat daerah. Pengembangan tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga peningkatan kapasitas perajin, kreativitas, branding, pemasaran, serta kesiapan untuk memasuki pasar yang lebih luas.

Fashion Road Show Dekranasda Provinsi Bali di Buleleng diharapkan menjadi momentum untuk mengembangkan potensi kerajinan daerah. Melalui semangat “Wastra Hitakara”, wastra diharapkan tidak hanya tetap lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.(adv/updatebali)