Warga Sumberklampok Arak Wayan Koster, Kenang Jasa Besarnya Selesaikan Konflik Agraria

0
324
Warga Sumberklampok Arak Wayan Koster, Kenang Jasa Besarnya Selesaikan Konflik Agraria
Warga Sumberklampok Arak Wayan Koster, Kenang Jasa Besarnya Selesaikan Konflik Agraria. Sumber foto: Istimewa

UPDATEBALI.com, BULELENG – Warga Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, memberikan apresiasi luar biasa kepada Gubernur Bali 2018-2023, Wayan Koster, pada Kamis, 7 November 2024.

Dalam momen yang bersejarah, warga Hindu dan Muslim di desa tersebut mengarak dan menggendong Koster sebagai bentuk penghargaan atas perjuangannya menyelesaikan konflik agraria yang telah berlangsung selama 60 tahun di desa mereka.

Konflik agraria yang melibatkan hak kepemilikan lahan pekarangan warga akhirnya terselesaikan di bawah kepemimpinan Koster. Sebagai wujud terima kasih, warga Sumberklampok berkomitmen untuk mendukung pasangan Koster-Giri pada Pilkada Serentak yang akan digelar pada 27 November 2024, dengan target kemenangan 90% di daerah mereka. Warga bahkan menggemakan slogan, “Seng Koster Seng Coblos,” yang artinya “Jika tidak ada Koster, tidak akan memilih,” dengan seruan agar memilih pasangan nomor 2.

Baca Juga:  Gubernur Filipina Datang ke Bali, Gubernur Koster Bongkar Rahasia Pariwisata Mendunia

Made Adnyana, salah satu warga, mengungkapkan bahwa hampir 3.000 kepala keluarga di desa tersebut tidak akan melupakan jasa Wayan Koster. Ia menegaskan bahwa Koster telah memperjuangkan hak kepemilikan tanah yang telah lama dinanti-nantikan oleh warga. Bahkan, warga sangat berharap agar dibangun sebuah patung untuk menghormati perjuangan Gubernur Koster, meskipun Koster menolak keinginan tersebut.

Wayan Sawitrayasa, tokoh masyarakat setempat, juga menyatakan rasa bahagia warga desa, karena pada hari ulang tahun desa, 7 November 2024, Gubernur Koster hadir dan menyaksikan langsung perayaan tersebut.

“Beliau telah membantu warga dengan mengeluarkan sertifikat pekarangan dan pertanian mereka, yang telah dinantikan selama puluhan tahun,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wayan Koster mengungkapkan bahwa sejak awal menjabat sebagai Gubernur, ia telah mendengar tentang konflik agraria yang terjadi di desa Sumberklampok.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Gelar Pasar Murah Jelang Nyepi

“Saya terpanggil untuk memperjuangkan hak tanah warga. Tanah yang telah mereka tempati sejak 1931, tetapi baru berhasil mereka miliki sertifikatnya setelah saya menjadi Gubernur,” kata Koster.

Koster menjelaskan bahwa melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN), ia berhasil melepaskan 620 hektare lahan, dengan 75 persen di antaranya diberikan kepada warga untuk menjadi milik mereka, sementara 25 persen tetap dikelola pemerintah. Selain itu, Koster juga memastikan proses pengurusan sertifikat dilakukan secara gratis dengan program prona.

Koster juga mengingatkan warga untuk menjaga sertifikat mereka dan tidak menjual tanah yang sudah mereka terima.

“Tanah yang sudah diberikan ini jangan dijual, tapi bisa disewakan. Kami ingin tanah ini diwariskan kepada generasi selanjutnya,” tegasnya.

Baca Juga:  Sharing Knowlegde Potensi Wisata Bali Utara, Dispar Kolaborasi dengan ASITA Bali

Selain itu, Koster sangat mengapresiasi kerukunan umat Hindu dan Muslim di Sumberklampok. Ia menyaksikan langsung tradisi doa bersama yang dilakukan oleh umat Hindu dan Muslim di satu lokasi, di Pura Perjuangan Desa Sumberklampok. Doa bersama ini dipimpin oleh pemangku Hindu dan ustaz Muslim secara bersamaan.

“Saya sangat terharu melihat guyubnya umat Hindu dan Muslim. Ini adalah contoh toleransi yang harus dijaga demi masa depan Bali yang lebih baik,” tambahnya.

Dengan keberhasilan menyelesaikan konflik agraria dan menjaga kerukunan umat beragama, Koster berharap Bali terus maju dan aman, serta masyarakat tetap menjaga persatuan dan kesatuan demi menjaga keharmonisan di Bali.(ub)