Walikota Jaya Negara Hadiri Melaspas Candi Bentar Setra Penatih, Tegaskan Komitmen Jaga Kesucian Kawasan Adat

0
157
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri upacara Pemelaspasan Candi Bentar dan penyengker setra di Desa Adat Penatih serta menanam pohon sebagai simbol kelestarian lingkungan.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri upacara Pemelaspasan Candi Bentar dan penyengker setra di Desa Adat Penatih serta menanam pohon sebagai simbol kelestarian lingkungan. Sumber foto : Humas Denpasar

UPDATEBALI.comDENPASARWali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri upacara Pemelaspasan Candi Bentar, Penyengker Setra, serta jembatan ring Pura Kahyangan Dalem Desa Adat Penatih, Selasa, 17 Februari 2026.

Upacara ini menjadi momentum sakral penyucian sekaligus peneguhan fungsi kawasan setra sebagai ruang suci bagi masyarakat adat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, anggota DPRD Kota Denpasar I Ketut Budha, Kepala Dinas Perumahan Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa Atmaja, Camat Denpasar Timur Ketut Sri Karyawati, serta Lurah Penatih I Wayan Murda.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Ikuti Upacara Eedan Karya Agung Tawur Panca Wali Krama di Kantor Bupati Tabanan

Pada kesempatan itu, Wali Kota melaksanakan prosesi mendem Panca Datu, menandatangani prasasti, dan meninjau langsung penyengker setra yang telah selesai diupacarai.

Wali Kota Jaya Negara memberikan apresiasi kepada krama Desa Adat Penatih atas semangat gotong royong dalam pembangunan Candi Bentar dan tembok penyengker setra. Meski dengan keterbatasan anggaran bantuan pemerintah, masyarakat tetap mampu bersinergi hingga pembangunan dapat terwujud dengan baik.

“Dengan telah dilaksanakannya upacara melaspas tersebut, saya berharap Candi Bentar dan penyengker setra dapat dimanfaatkan secara optimal dalam pelaksanaan swadarma pelayanan masyarakat, khususnya dalam prosesi upacara kematian serta kegiatan adat lainnya yang berkaitan dengan setra,” ujar Jaya Negara.

Baca Juga:  Wakil Bupati Badung Hadiri Upacara Karya Melaspas Puri Agung Carangsari

Sementara itu, Jro Bendesa Desa Adat Penatih, I Wayan Eka Yana, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan upacara yang berlangsung khidmat.

Ia menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan upacara, pihak desa bersama warga telah melaksanakan pekeling untuk memastikan batas ruang suci kawasan setra, disertai pengeruakan dan persembahan Banten Guru Piduka agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib secara sekala dan niskala.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar atas dukungan yang diberikan, yang dinilai sebagai wujud nyata komitmen dalam menjaga kelestarian adat, tradisi, dan budaya.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Agung di Binoh Kelod, Ajak Warga Rawat Spirit Kebersamaan

Dalam rangkaian kegiatan tersebut turut dilaksanakan mupuk panca datu serta penanaman pohon dadap wong, kepah, pole, celagi, timbul, dan biyu akah.

Penanaman pohon ini melambangkan keseimbangan, perlindungan, kesucian, serta keberlanjutan kehidupan sebagai implementasi harmoni hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam lingkungan.

Diharapkan, seluruh rangkaian upacara ini membawa kerahayuan, keharmonisan, dan kesejahteraan bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat bersama dalam menjaga kesucian tempat-tempat suci dan kelestarian budaya.(per/ub)