UPDATEBALI.com, DENPASAR – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri Dharma Santhi Penyepian Isaka Warsa 1948 yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Dharmopadesa Pusat Nusantara di Restoran Canang Sari, Minggu, 3 Mei 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Ngiring Tincapang Srada Bakti Maring Pajah Ajah Batara Lelangit Sewa Sogata” ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Dharmopadesa Pusat, Ida Bagus Putu Dunia.
Dalam rangkaian acara, Dharma Wacana disampaikan oleh Ida Pedanda Pengingsir Dang Upadyaya, serta Dharma Penuntun oleh Ida Pedanda Penglingsir Dang Kertha Upadesa Nusantara.
Acara ini turut dihadiri Ida Pedanda Siwa-Budha dan Walaka dari seluruh kabupaten/kota di Bali, serta berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh puri, pemerintah, hingga elemen masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Ida Bagus Putu Dunia menyampaikan bahwa Dharma Santhi merupakan bagian dari rangkaian Hari Suci Nyepi yang bertujuan mempererat persemetonan Brahmana Wangsa dalam wadah organisasi Dharmopadesa Pusat Nusantara.
“Upacara ini dilaksanakan untuk mempertahankan persaudaraan bersama semeton Brahmana Wangsa yang ada di Bali maupun Nusantara,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga ajaran leluhur serta meningkatkan kewaspadaan terhadap pengaruh luar yang berpotensi mengikis nilai-nilai Hindu. Melalui penguatan persaudaraan, umat diharapkan semakin memahami jati diri dan warisan spiritualnya.
Sementara itu, Wali Kota Jaya Negara mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Dharma Santhi yang berjalan dengan baik dan lancar. Ia menilai momentum ini penting sebagai ajang mulat sarira atau introspeksi diri setelah pelaksanaan Nyepi.
“Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Isaka Warsa 1948 menjadi momentum bagi kita bersama untuk memperbaiki diri di tahun yang baru. Sejalan dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam atau bergotong royong, kita kuatkan sinergitas antara tokoh agama, pemerintah, berbagai stakeholder dan masyarakat guna menjalankan roda pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, introspeksi, dan gotong royong semakin menguat dalam kehidupan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan yang harmonis di Kota Denpasar.(per/ub)





