Wakil Bupati Badung Hadiri High Level Meeting TPID Provinsi Bali

0
298
Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa saat menghadiri HLM TPID di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Jumat 3 Mei 2024.
Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa saat menghadiri HLM TPID di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Jumat 3 Mei 2024. Sumber foto: Humas Badung

UPDATEBALI.com, DENPASARWakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, mengikuti High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) yang dipimpin oleh Penjabat Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya. Pertemuan tersebut, yang dilangsungkan di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali pada Jumat 3 Mei 2024, membahas perkembangan inflasi di Provinsi Bali.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut para pejabat terkait, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan IB Gede Arjana, Kadis Pertanian dan Pangan Wayan Wijana, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait.

Baca Juga:  Motivasi Peserta Tetap Semangat, Wabup Suiasa Lepas Kontingen LT-4 Kwarcab Badung

Dalam pertemuan tersebut, Wabup Ketut Suiasa menyampaikan bahwa Badung, sejak Januari 2024, telah ditetapkan sebagai Kabupaten Indek Harga Konsumen (IHK), yang sebelumnya bergabung dengan Kota Denpasar. Meskipun demikian, kondisi perkembangan inflasi di Badung hingga April 2024 telah berhasil terkendali.

Wabup Ketut Suiasa menjelaskan bahwa Badung menghadapi beberapa tantangan terkait inflasi. Daerah ini dikenal sebagai daerah konsumtif dan salah satu tujuan wisata utama, sehingga permintaan akan persediaan pangan cukup besar.

Baca Juga:  Status Darurat Dicabut, Pemkab Badung Percepat Distribusi Bantuan dan Perbaikan Infrastruktur

“Tantangan lainnya adalah terbatasnya kapasitas produksi lokal, yang mengharuskan pasokan dari daerah lain, serta sistem distribusi pasar yang masih belum optimal,” ungkapnya.

Pemerintah setempat telah mengambil langkah-langkah untuk menekan tingkat inflasi di Badung, termasuk melalui operasi pasar dan gerakan pangan murah terhadap komoditi penyumbang inflasi. Langkah-langkah lainnya termasuk pemantauan harga dan stok barang di pasar-pasar modern, tradisional, dan distributor.

Baca Juga:  Ketut Adi Sutrisna dan Adi Setiawan Terpilih Sebagai Ketua dan Sekretaris AMSI Bali Periode 2024-2028

“Diharapkan inflasi di Badung dapat dikendalikan sesuai dengan target pemerintah provinsi dan pusat, yaitu sekitar 3,5% pada akhir tahun 2024,” tambahnya.

Dengan kerjasama antara pemerintah daerah, instansi terkait, serta partisipasi masyarakat, diharapkan upaya pengendalian inflasi di Badung terus berlanjut dengan baik, mendukung stabilitas ekonomi di Provinsi Bali.(den/ub)