spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungWagub Giri Prasta Hadiri Tawur Labuh Gentuh di Sibanggede, Tekankan Pentingnya Pelestarian...

Wagub Giri Prasta Hadiri Tawur Labuh Gentuh di Sibanggede, Tekankan Pentingnya Pelestarian Tradisi Desa Adat

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri pelaksanaan Upacara Tawur Labuh Gentuh yang digelar di kawasan Catus Pata Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Jumat 3 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Karya Piodalan Padudusan Agung, Menawa Ratna, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini di Pura Desa Desa Adat Sibanggede.

Kehadiran orang nomor dua di Pemerintah Provinsi Bali tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat adat dalam menjaga kesinambungan tradisi leluhur yang masih terus dilaksanakan hingga kini. Prosesi berlangsung dengan khidmat dan melibatkan krama desa setempat yang turut berperan aktif dalam seluruh rangkaian upacara.

Dalam sambrama wacananya, Giri Prasta memberikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Desa Sibanggede yang tetap menjaga warisan budaya secara turun-temurun. Ia menilai pelaksanaan karya adat merupakan cerminan kuatnya nilai kebersamaan serta komitmen dalam menjaga keseimbangan kehidupan secara sekala dan niskala.

Baca Juga:  Temu Wirasa 2024, Bank Indonesia Ajak Semua Pihak Perkuat Ketahanan Ekonomi Bali

“Desa Sibanggede ini tidak asing bagi saya. Saya mengetahui bagaimana para leluhur secara turun-temurun melaksanakan swadharma yang utama. Hari ini, tradisi itu kembali dilaksanakan dengan penuh semangat oleh krama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Giri Prasta menjelaskan bahwa kawasan Catus Pata di Desa Sibanggede memiliki nilai strategis karena menjadi pusat pertemuan berbagai aktivitas desa. Keberadaan pura, pasar, serta pusat kegiatan masyarakat di wilayah tersebut menunjukkan keteraturan tata ruang tradisional yang memiliki makna sosial, budaya, dan spiritual.

Ia juga menyoroti kearifan leluhur yang menetapkan pelaksanaan karya besar di kawasan tersebut dalam siklus tertentu, yakni setiap 30 tahun sekali. Menurutnya, hal itu menjadi bukti adanya perencanaan adat yang matang dan diwariskan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Bupati Suwirta Serahkan Bantuan Sarana Sepakbola

Pemerintah, kata Giri Prasta, telah memberikan perhatian terhadap pelaksanaan karya ini sejak dirinya menjabat sebagai Bupati Badung, termasuk dukungan pembiayaan untuk menjaga kelancaran rangkaian upacara adat tersebut.

Sebagai bagian dari penguatan dokumentasi tradisi, ia mendorong agar dibuat prasasti sebagai penanda siklus pelaksanaan karya utama sehingga dapat menjadi pengingat bagi generasi berikutnya mengenai warisan budaya yang ada di Desa Sibanggede.

Dalam kesempatan itu, Giri Prasta juga mengikuti prosesi mundut pralingga Ida Bhatara serta menyerahkan punia sebesar Rp25 juta sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan karya.

Baca Juga:  Gubernur Koster Hadiri Piodalan Pura Luhur Batulumbung, Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya Bali

Sementara itu, Ketua Panitia Karya I Ketut Darma menjelaskan bahwa seluruh rangkaian Karya Padudusan Agung Menawa Ratna Medasar Caru Labuh Gentuh merupakan hasil keputusan bersama krama Desa Adat Sibanggede. Puncak karya dijadwalkan berlangsung pada 7 Juli 2026, sedangkan Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini akan digelar pada 9 Juli 2026.

Ia menambahkan, pelaksanaan karya mendapat dukungan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp1,5 miliar, serta partisipasi krama adat dan para pelaku usaha di wilayah setempat. Gotong royong masyarakat juga terlihat dalam penyediaan sarana upakara yang melibatkan serati, tukang ulam, serta krama dari 12 banjar di Desa Sibanggede.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments