
UPDATEBALI.com, KLUNGKUNG – Pemerintah Kabupaten Klungkung bergerak cepat menangani dampak abrasi yang mengancam permukiman warga di kawasan pesisir Pantai Monggalan.
Upaya tersebut ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang dipimpin langsung Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, di ruang rapat Wakil Bupati Klungkung, Selasa, 26 Mei 2026.
Rakortas turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung Anak Agung Gede Lesmana beserta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna membahas percepatan program penanganan dan pembangunan rumah deret bagi warga terdampak abrasi.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kepastian hunian yang aman dan layak bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat semakin parahnya pengikisan garis pantai di wilayah tersebut.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, terdapat sembilan kepala keluarga (KK) yang terdampak abrasi di Pantai Monggalan. Dari jumlah tersebut, empat KK mengajukan permohonan bantuan rumah deret, sementara lima KK lainnya mengajukan program bedah rumah.
Wakil Bupati Tjok Surya menegaskan bahwa pembangunan rumah deret menjadi salah satu program prioritas yang harus segera direalisasikan. Menurutnya, penyediaan hunian yang aman merupakan kebutuhan mendesak bagi warga yang terdampak bencana abrasi.
“Jadi pengerjaan rumah deret ini sifatnya mendesak dan ini menjadi prioritas. Maka dari itu, saya tugaskan Dinas PUPRPKP untuk segera proses pengerjaan fisiknya agar cepat dimulai dan tentunya dengan kualitas pengerjaan yang baik,” harap Wabup Tjok Surya.
Selain mendorong percepatan pembangunan fisik, Wabup juga meminta Sekda bersama seluruh OPD terkait untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi dalam mengawal seluruh tahapan pelaksanaan program tersebut.
Sinergi lintas perangkat daerah dinilai penting agar proses pembangunan berjalan tepat waktu dan menghasilkan hunian yang berkualitas bagi masyarakat penerima manfaat.
Pembangunan rumah deret ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak abrasi, sekaligus memberikan rasa aman dan kepastian tempat tinggal di tengah ancaman kerusakan kawasan pesisir yang terus terjadi.
Pemkab Klungkung berkomitmen terus melakukan berbagai langkah penanganan dan mitigasi dampak abrasi, termasuk memastikan masyarakat yang terdampak memperoleh perlindungan serta fasilitas hunian yang layak.(yud/ub)


