UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 di Kabupaten Jembrana berlangsung semarak pada Jumat, 1 Agustus 2025 di Ballroom Gedung Kesenian Bung Karno.
Mengusung tema lokal “Anvaya Loka Dharma” yang berarti generasi penerus penjaga alam sekitarnya, perayaan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas, memperkuat partisipasi aktif, serta menunjukkan kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan.
Perayaan ini merupakan puncak dari rangkaian program AKSARA (Aksi Sambut Hari Anak) yang diinisiasi Forum Anak Daerah Kabupaten Jembrana.
Program AKSARA telah dilaksanakan di sejumlah sekolah dan komunitas sejak beberapa waktu sebelumnya, dengan fokus pada edukasi mengenai isu penting seperti pencegahan kekerasan terhadap anak, pernikahan usia dini, penyalahgunaan NAPZA, perundungan, hingga judi online.
Lokasi pelaksanaan kegiatan AKSARA tersebar di berbagai lembaga, antara lain SMPN 5 Negara, SMPN 3 Melaya, SMAN 1 Pekutatan, SMK TP 45 Negara, serta panti asuhan.
Anak-anak Jembrana juga berpartisipasi aktif dalam beragam aksi kreatif dan edukatif seperti:
Donation for Do Nation (donasi untuk anak berkebutuhan khusus),
3 BER (Belajar, Bermain, dan Berkreasi),
ASTRO (Aksi Sehat Tanpa Rokok),
SENJA (Sharing Session Anak Jembrana),
KATA (Karya Nyata Anak untuk Sesama),
SIMPATI (Platform Anti Toxic dan Cyberbullying),
SETAKO (Sehat Tanpa Alkohol),
Penanaman mangrove edisi AKSARA di Desa Budeng,
GEMASERA (Generasi Emas Sehat Cerdas Ceria),
dan SI PEKA (Sehari Bersama Perlindungan Khusus Gembira di SLB 1 Negara).
Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), yang hadir dalam acara puncak, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh anak-anak dan pihak yang terlibat.
“Hari ini adalah puncak peringatan Hari Anak Nasional ke-41 dengan tema nasional ‘Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045’. Pembangunan bangsa harus dimulai dari anak-anak yang sehat, cerdas, dan terlindungi,” tegas Wabup Ipat.
Ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Jembrana berkomitmen kuat untuk terus mendukung kebijakan dan program yang berpihak pada hak anak dan perlindungan anak, sejalan dengan visi daerah “Mewujudkan Jembrana yang Maju, Harmoni, dan Bermartabat.”
Wabup Ipat juga menyampaikan pesan khusus kepada anak-anak:
“Manfaatkan masa muda dengan kegiatan positif. Gunakan fasilitas publik seperti ruang bermain ramah anak dan perpustakaan untuk menumbuhkan wawasan dan kecintaan terhadap daerah.”
Ia turut menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi anak-anak seperti kekerasan, eksploitasi, pernikahan dini, serta penyalahgunaan teknologi. Seluruh elemen masyarakat diajak untuk hadir sebagai pelindung, pendamping, dan pendengar.
“Anak hebat bukan hanya unggul di sekolah, tetapi juga tahu menjaga diri, menghormati sesama, dan mencegah kekerasan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPPA PPKB Jembrana, Ni Kade Ari Sugianti, dalam laporannya mengungkapkan bahwa populasi anak di Jembrana pada 2024 tercatat sebanyak 93.448 jiwa atau 28,3% dari total penduduk. Namun, hingga Juli 2025 masih tercatat 24 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, yang meliputi:
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT): 5 kasus
Kekerasan seksual: 9 kasus
Kekerasan fisik: 6 kasus
Kriminalitas: 2 kasus
Penelantaran anak: 2 kasus
“Data ini menjadi peringatan bahwa perlindungan anak belum optimal. Dibutuhkan kerja sama konkret dari seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi tumbuh kembang anak,” tegasnya.(yud/ub)





