UPDATEBALI.com, BULELENG – Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna meluncurkan Rumah Pajang UMKM Asosiasi Pengusaha Mikro Kecamatan Banjar (Singa Ratna) yang berlokasi di Aula Kantor Camat Banjar, Rabu, 11 Februari 2026.
Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat promosi serta pemasaran produk UMKM secara terpusat di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Wabup Supriatna menyampaikan bahwa Rumah Pajang UMKM merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan pelaku usaha mikro di Kecamatan Banjar.
Menurutnya, keberadaan pusat promosi ini akan memudahkan masyarakat maupun wisatawan untuk mengenal beragam produk UMKM dalam satu lokasi.
“Dengan adanya rumah pajang ini, produk-produk UMKM bisa terakomodasi dan terpusat. Masyarakat atau wisatawan yang ingin melihat kerajinan maupun produk UMKM lainnya cukup datang ke sini,” ujarnya.
Ia menambahkan, fasilitas tersebut juga memudahkan calon pembeli yang ingin melakukan pemesanan dalam jumlah besar karena dapat langsung mengetahui produsen serta lokasi usaha.
Pemerintah Kabupaten Buleleng, lanjutnya, sangat mendukung inisiatif ini karena sejalan dengan program daerah dalam meningkatkan peran UMKM guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, Camat Banjar Putu Widiawan menjelaskan bahwa pembentukan Singa Ratna berawal dari komunikasi dengan para pelaku UMKM yang melihat besarnya potensi usaha mikro di Kecamatan Banjar. Dari berbagai pertemuan tersebut, terbentuk komunitas UMKM yang kemudian mengembangkan gagasan Rumah Pajang sebagai ruang promosi bersama.
Ia menyebutkan, produk yang dipajang merupakan sampel dari masing-masing pelaku usaha, sedangkan rumah produksi tetap berada di desa asal. Ke depan, rumah pajang akan dilengkapi brosur yang memuat alamat, lokasi produksi, serta informasi produk untuk memudahkan calon pembeli.
“Ke depan, rumah pajang ini akan kami sempurnakan dengan penyediaan brosur yang memuat alamat, lokasi produksi, dan informasi produk,” jelasnya.
Selain itu, pihak Kecamatan Banjar juga menjalin kerja sama dengan sektor pariwisata, khususnya hotel-hotel di wilayah Banjar, melalui penempatan brosur Singa Ratna sebagai media promosi.
Bahkan, Rumah Pajang UMKM diharapkan dapat masuk dalam katalog informasi hotel sebagai salah satu destinasi yang dapat dikunjungi wisatawan.
Nama Singa Ratna sendiri merupakan singkatan dari Asosiasi Pengusaha Mikro Kecamatan Banjar, dengan “singa” sebagai ikon Buleleng yang diharapkan mampu memperkuat identitas UMKM setempat.
Saat ini tercatat lebih dari 51 UMKM tergabung dalam komunitas awal Singa Ratna, dengan sekitar 35 UMKM menampilkan produk pada peluncuran perdana. Keanggotaan komunitas tersebut akan terus dibuka bagi pelaku UMKM lainnya.
Ke depan, Singa Ratna juga merencanakan penguatan promosi digital melalui edukasi pemasaran digital, peningkatan kualitas dan kemasan produk, serta perluasan akses permodalan dengan melibatkan dinas terkait, PLUT, koperasi, hingga perbankan.(adv/ub)





