UPDATEBALI.com, DENPASAR – Akademisi Fakultas Pertanian Universitas Udayana Ni Wayan Sri Sutari, S.P., M.P. sejak tujuh tahun terakhir hingga saat ini telah berhasil menggandeng petani lokal untuk mengembangkan urban farming (pertanian perkotaan) dengan memberdayakan lahan-lahan tidur.
“Kalau mau konsisten mempertahankan lahan terbuka hijau terbuka, sangat banyak lahan tidur milik geria, puri, dan jero di Kota Denpasar yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan urban farming,” kata Sri Sutari saat menerima kunjungan reses anggota Dewan Perwakilan Daerah Made Mangku Pastika di Denpasar, Selasa, 30 Juli 2024.
Menurut Sutari, banyak tanaman yang bisa dikembangkan dan tumbuh subur di Denpasar meski berada di dataran rendah dengan cuaca panas.
Ia menuturkan telah berhasil membudidayakan berbagai jenis tanaman pada lahan tidur seluas 5 hektare di kawasan Sanur dan sekitarnya dengan berbagai sayuran dan buah-buahan. Selain bercocok tanam di tanah, juga dilakukan secara hidroponik untuk beberapa jenis sayuran.
Beberapa jenis sayuran dan buah yang ditanam seperti bayam, kangkong, pokcoy, pisang, pepaya dan kelapa dan lemon.
“Hasil urban farming ini juga kami suplai ke swalayan, hotel, restoran dan kafe-kafe. Termasuk Warung Akah Sanur yang kami kelola ini juga memanfaatkan hasil kebun,” ucapnya.
Walaupun berada di tengah pariwisata Sanur, Sutari mengatakan tetap konsisten mempertahankan komoditas yang bisa ditanam karena permintaan pasar yang cukup tinggi.
“Semua orang butuh makan, maka pertanian tidak akan mati,” katanya menegaskan.
Sutari mengaku urban farming yang dibina bahkan berkembang pesat ketika pandemi COVID-19, karena pelaku pariwisata kala itu banyak yang dirumahkan. Ia saat itu juga membuat workshop online terkait urban farming, yang selanjutnya juga diisi praktik menanam.

Ia menargetkan, ke depan, urban farming yang dikelola dengan baik bisa menjadi destinasi pariwisata. Wisatawan yang datang bisa merasakan sensasi memetik langsung produk yang ditanam, bahkan bisa diisi dengan kelas memasak.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Made Mangku Pastika mengaku salut dengan keuletan dan semangat perempuan-perempuan Bali yang telah berhasil mengembangkan pertanian dan memanfaatkan hasilnya, serta memberikan keuntungan ekonomis.
Menurut Gubernur Bali periode 2008-2018 tersebut, urban farming yang dikembangkan Sutari tersebut bukan saja membuka peluang bisnis juga turut menjaga lingkungan tetap hijau dan lestari.
Pemanfaatan lahan-lahan tidur dengan tepat serta ditanami dengan komoditas yang dibutuhkan pasar, dinilai sejalan dengan program untuk mewujudkan Bali Green Province yakni menjadi Bali yang hijau dan lestari serta masyarakatnya sehat dan sejahtera.
Mangku Pastika dalam kesempatan tersebut juga menceritakan ketika menjabat Gubernur Bali telah meluncurkan program Simantri (Sistem Pertanian Terintegrasi) yang hasilnya sangat membantu ekonomi petani dan sekaligus berdampak positif bagi lingkungan.(as/ub)





