
UPDATEBALI.com, DENPASAR – Prosesi Pelebon (upacara kremasi) mendiang Ni Jero Samiarsa, ibunda dari Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI periode 2019–2024, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat pada Senin 4 bertepatan dengan Soma Pon Ugu.
Wali Kota Denpasar yang juga menjabat sebagai Panglingsir Jero Gede Penatih, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung jalannya rangkaian upacara, mulai dari persiapan hingga puncak pelaksanaan. Keikutsertaan krama adat, braya, pengayah, sekehe wali dan sekehe gong menjadi kekuatan gotong royong yang sangat terasa dalam momen sakral ini.
“Atas nama keluarga besar Jero Gede Penatih, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak — baik Ratu Sulinggih, Brahmana Welaka, panglingsir, hingga seluruh masyarakat adat — yang telah terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kelancaran upacara ini,” ujar Jaya Negara.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas kemungkinan terganggunya aktivitas masyarakat selama proses upacara berlangsung, termasuk bagi warga sekitar serta pengguna jalan yang terdampak oleh prosesi pengarak Bade, Lembu, Ogoh-ogoh, dan perangkat upacara lainnya.
“Kami menyadari bahwa pelaksanaan upacara ini mungkin menyebabkan ketidaknyamanan. Untuk itu, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Jaya Negara juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Presiden ke-5 Republik Indonesia, yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, serta sejumlah kepala daerah se-Bali dan tokoh masyarakat yang turut hadir menyampaikan dukacita.
“Doa dan dukungan yang diberikan sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga ibunda kami memperoleh tempat terbaik dan damai di sisi Tuhan,” tutupnya.(per/ub)


