Kamis, April 3, 2025
BerandaBaliTurun Drastis, Angka Prevalensi Stunting Buleleng Tahun 2024 Sentuh 3,5 Persen

Turun Drastis, Angka Prevalensi Stunting Buleleng Tahun 2024 Sentuh 3,5 Persen

UPDATEBALI.com, BULELENGKabupaten Buleleng menorehkan prestasi gemilang dalam program percepatan penurunan stunting yang dijalankan. Data terbaru menunjukkan bahwa upaya tersebut telah membuahkan hasil yang luar biasa, dengan prevalensi stunting yang signifikan turun dari 11% pada tahun 2022 menjadi hanya 3,5% pada bulan Pebruari 2024.

Pernyataan ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, dalam acara Rembuk Stunting Kabupaten Buleleng Tahun 2024 yang digelar di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja pada Selasa 26 Maret 2024.

Baca Juga:  Perluas Jejaring Kerjasama Riset, Unud Gelar Seminar Strategi dan Peluang Pendanaan Kerjasama Riset Internasional

Suyasa menyoroti pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga swadaya, lembaga donor, dan masyarakat dalam memastikan keberhasilan program tersebut.

“Meskipun kita telah mencatat penurunan yang signifikan dalam prevalensi stunting, kita tidak boleh lengah. Kita perlu tetap awas dan terus bekerja keras untuk mempertahankan kondisi ini,” ujar Suyasa.

Suyasa menegaskan bahwa upaya penurunan stunting harus menjadi agenda bersama, melibatkan berbagai pihak dari berbagai sektor.

Ia menekankan perlunya kerjasama lintas program dan lintas sektor, mulai dari perencanaan, implementasi, hingga monitoring dan evaluasi.

Baca Juga:  Pj Gubernur Mahendra Jaya Hadiri HUT ke-3 PAKIS Bali

“Kita semua perlu menyadari bahwa masalah stunting masih memerlukan perhatian serius. Rendahnya tingkat pengetahuan tentang kesehatan dan gizi, terutama sebelum dan selama masa kehamilan, dapat memiliki dampak serius pada perkembangan janin,” tambah Suyasa.

Sebagai informasi bersama, Suyasa menyoroti pentingnya seribu hari pertama kehidupan seorang anak. Ia menjelaskan bahwa periode tersebut merupakan waktu yang sangat sensitif, di mana pemenuhan gizi dan nutrisi lainnya memegang peranan vital.

Baca Juga:  Dosen Pembimbing Lapangan KKN PPM Wajib Miliki Sertifikat, LPPM Unud Gelar Training of Trainer

“Dampak dari kekurangan gizi dan nutrisi pada periode ini bersifat permanen dan tidak bisa diperbaiki. Oleh karena itu, perhatian khusus terhadap pemenuhan gizi anak pada periode ini sangatlah penting,” tutup Suyasa.

Kabupaten Buleleng dengan langkah konkretnya telah membuktikan bahwa melalui kerjasama yang kokoh dan komitmen yang kuat, perubahan yang signifikan dapat tercapai dalam penanggulangan stunting. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus bergerak menuju kesejahteraan anak-anak yang lebih baik. (adv/ub)

BERITA TERKAIT

Most Popular

Recent Comments